Beranda Metropolis Longsor Makin Parah, Jalan Kayumanis-Cilebut Nyaris Putus Total

Longsor Makin Parah, Jalan Kayumanis-Cilebut Nyaris Putus Total

Longsor di Jalan Raya Kayumanis-Cilebut makin parah, kini hanya bisa dilewati motor. Istimewa

BOGOR-RADAR BOGOR, Longsor susulan kembali melanda jalan penghubung Kayumanis-Cilebut, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Sabtu (8/5).

Jalan yang belum diperbaiki selama tiga tahun itu terancam putus total. Kini hanya kendaraan roda dua yang bisa melintas.

Camat Tanah Sareal, Sahib Khan pun langsung menyambangi lokasi longsor tersebut. Ia juga meminta agar kendaraan yang melintas di area tersebut untuk dibatasi. Hal itu untuk mengantisipasi beban jalan yang aka semakin berpotensi ambruk.

“Warga sebaiknya mencari alternatif lain yang lebih aman karena jalur ini hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua,” tekannya.

Hingga kini, mobil tidak diperkenankan untuk lewat jalur tersebut. Salah satu alternatifnya bisa melalui Jalan Pabuaran yang tembus ke Bukit Cimanggu City.

Selain itu, tiang kabel operator internet dilaporkan terancam ambruk karena longsor susulan itu. Ia telah meminta kepada operator jaringan itu agar segera mewaspadai gangguan itu. Jika tak segera diatasi, tiang beserta kabel-kabel itu akan menimpa kendaraan yang melintas.

“Ada juga saluran PDAM yang dikhawtairkan akan mengganggu pelayanan air bersih di sekitar Mekarwangi dan Kayumanis,” tandas Sahib.

Seperti diketahui, jalan yang tembus ke arah Cilebut itu baru akan mulai digarap, Juni mendatang. Kabid Pembangunan dan Kebinamargaan Dinas PUPR Kota Bogor, Dadan Hamdani mengungkapkan, jalanan rusak dan longsor itu sudah masuk dalam perencanaan prioritas tahun ini.

Pembangunannya menyasar dua bagian, yakni jalan dan jembatan. Totalnya mencapai sekira Rp2,4 miliar. Saat ini telah masuk dalam proses tender.

“Jembatan dulu ya (yang dibangun konstruksinya). Perkiraannya awal Juni mulai pembangunan fisik, dengan catatan tidak ada gagal lelang,” ungkapnya.

Konstruksi jembatan mencapai panjang 10 meter dan lebar 5 meter. Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) sangat penting untuk mempertahankan fondasi dan permukaan tanah di sekitar saluran air tersebut. Mereka juga menyasar gorong-gorong di bawah jalan agar tidak semakin mempengaruhi fondasi jalan yang akan ditingkatkan. (mam)

Reporter: Imam Rahmanto
Editor: Alpin

https://www.instagram.com/tv/COmbSUPg5vR/?igshid=1c6y4knpc2oqv