Beranda Berita Utama Baru Dua Hari Pemberlakuan Larangan Mudik, Sudah 171 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

Baru Dua Hari Pemberlakuan Larangan Mudik, Sudah 171 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

Foto aerial kendaraan terjebak macet di Pintu Tol Cikupa, Tangerang, Banten, Kamis (6/5/2021). Ribuan kendaraan terjebak macet hingga delapan kilometer akibat lonjakan volume kendaraan dan kegiatan penyekatan larangan mudik lebaran 2021. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

JAKARTA-RADAR BOGOR, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat pada H-7 hingga H-6 Hari Raya Idul Fitri 1442 H atau tanggal 6-7 Mei 2021, ada 171.358 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek menuju arah timur, arah barat dan arah selatan.

“Angka ini turun 41,4 persen dari lalu lintas (lalin) normal sebesar 292.522 Kendaraan,” kata Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk Dwimawan Heru, Sabtu (7/5).

Dwimawan memaparkan, untuk distribusi lalu lintas di ketiga arah adalah sebesar 34,5 persen menuju arah timur, 38,4 persen menuju arah barat dan 27,1 persen menuju arah selatan.

Ia merincikan, menuju arah timur melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek, dengan jumlah 28.848 kendaraan meninggalkan Jakarta, turun sebesar 55,7 persen dari lalin normal 65.184 kendaraan.

Sedangkan GT Kalihurip Utama Jalan Tol Cipularang, dengan jumlah 30.262 kendaraan meninggalkan Jakarta, turun sebesar 53,8 persen dari lalin normal 65.509 kendaraan.

“Total kendaraan meninggalkan Jakarta menuju arah Timur adalah sebanyak 59.110 kendaraan, turun sebesar 54,8 persen dari lalin normal 130.693 kendaraan,” tuturnya.

Lalin meninggalkan Jakarta menuju arah Barat melalui GT Cikupa Jalan Tol Tangerang-Merak adalah sebesar 65.849 kendaraan, turun 30,8 persen dari lalin normal 95.113 kendaraan.

Sementara itu, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta menuju arah Selatan melalui GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi sebanyak 46.399 kendaraan, turun sebesar 30,5 persem dari lalin normal 66.716 kendaraan.

Ia mengingatkan, sepanjang periode peniadaan mudik Idul Fitri 1442 H tanggal 6 hingga 17 Mei 2021, pihaknya mengimbau kepada Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) kategori dikecualikan seperti kendaraan pelayanan distribusi logistik, keperluan kerja/dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka keluarga, ibu hamil (didampingi 1 anggota keluarga) dan kepentingan persalinan untuk dapat melengkapi dokumen persyaratan.

Adapun dokumen tersebut antara lain Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) dan hasil negatif tes RT-PCR maks 3×24 jam/hasil negatif ts Rapid Antigen maks 2×24 jam/hasil negatif Genose C19 sebelum keberangkatan.

Sumber: JawaPos.Com
Editor: Alpin