Beranda Ekonomi Kuartal I 2021, Indocement Bukukan Penjualan Domestik 4,1 Juta Ton

Kuartal I 2021, Indocement Bukukan Penjualan Domestik 4,1 Juta Ton

Jumlah penjualan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk meningkat dari tahun sebelumnya.

CITEUREUP-RADAR BOGOR, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement atau Perseroan) membukukan volume keseluruhan penjualan domestik (semen dan klinker) sebesar 4,1 juta ton pada Kuartal I 2021 meningkat 147 ribu ton atau+3,7% dari Kuartal tahun lalu.

Volume domestik hanya untuk produk semen tercatat di angka 3,9 juta ton lebih tinggi sebesar 51 ribu ton atau +1,3%. Secara bersamaan permintaan pasar domestik nasional meningkat +2,2% sehingga pangsa pasar Perseroan terkoreksi -20bps menjadi 25,9% di Kuartal 1 2021 dibandingkan periode tahun lalu sebesar 26,1%.

Volume penjualan Perseroan di luar pulau Jawa bertumbuh +11,3% dari Kuartal 1 tahun lalu sehingga pangsa pasar meningkat +100 bps dari 15,1% menjadi 16,1%. Peningkatan ini didukung oleh telah beroperasinya Pabrik Tarjun dengan normal dibandingkan tahun lalu, dan juga operasi dua terminal kami di Pulau Sumatera(Lampung danPalembang) yang optimal sehingga dapat meningkatan pangsa pasar +120bps dari 12,0% menjadi 13,2% di Sumatera. Selain itu Terminal Terapung kami di Konawe, Sulawesi Tenggara dapat memastikan pasokan semen yang lancar untuk proyek smelter sehingga secara keseluruhan pangsa pasar Indocement di pulau Sulawesi tumbuh +180bps dari 6,4% menjadi 8,2%.

Pada saat yang bersamaan terjadi penurunan pangsa pasar di pulau Jawa yang menyebabkan koreksi sebesar -100bps dari 35,4% menjadi 34,4% yang disebabkan oleh peningkatan pangsa pasar beberapa pemain non-emiten.

Pendapatan Neto Perusahaan meningkat +2,2% menjadi Rp3.438,0 miliar dibandingkan Kuartal 1 tahunlalu sebesar Rp3.362,8 miliar sebagai dampak dari kombinasi volume penjualan yang lebih tinggi walau harga jual flat dan cenderung lebih rendah; dan juga adanya peningkatan volume ekspor sebesar +344.7% yang sebagian besar produknya adalah klinker produk setengah jadi \semen.

Beban Pokok Pendapatan pada Kuartal 1 2021 meningkat 1,7% dari Rp2.298,3 miliar menjadi Rp2.338,5 miliar yang disebabkan oleh peningkatan pada volume penjualan diimbangi dengan biaya Beban Pokok per ton yang lebih rendah sebagai dampak dari peningkatan efisiensi yang berkelanjutan termasuk peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif dan batu bara berkalori rendah dari periode tahun lalu meskipun ada peningkatan pada harga jual batubara beberapa bulan ini.

Hasilnya, Marjin Laba Bruto meningkat +0,3% menjadi 32,0% pada Kuartal 1 2021 dibandingkan periode tahun lalu sebesar 31,7%. Marjin EBITDA mengalami sedikit penurunan yaitu -0,1% dari 21,4% menjadi 21,3% dan Marjin Laba Usaha cenderung stabil di kisaran 11,5%.

Perusahaan mencatat Pendapatan Keuangan-Neto yang lebih rendah sebesar -43,6% dari Rp67,7 miliar pada Kuartal 1 tahun 2020 menjadi Rp38,2 miliar pada tahun ini yang disebabkan oleh penurunan suku bunga yang berlanjut sejak tahun 2020.

Laba Periode Berjalan menurun -12,3% menjadi Rp351,3 miliar pada Kuartal 1 tahun 2021 dibandingkan Rp400,4 miliar pada Kuartal tahun lalu yang terutama disebabkan oleh penurunan Pendapatan Keuangan-Neto seperti dijelaskan sebelumnya. Neraca Keuangan yang Tangguh Perseroan membukukan posisi kas bersih dengan Kas dan Setara Kas sebesar Rp7,9 triliun.

Posisi kas tetap menguat setelah pembayaran dividen (tahun 2019) sebesar Rp1.841 miliar atau Rp500/saham yang diputuskan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan bulan Juli 2020 dan dividen interim (tahun 2020) sebesar Rp828 miliar atau Rp225/saham yang diputuskan pada November 2020.

Penguatan arus kas dihasilkan dari kinerja operasi dan upaya manajemen yang berkelanjutan dalam meningkatkan modal kerja adalah kunci untuk menjaga neraca keuangan kami yang tangguh.

Dengan posisi neraca yang kuat-tanpa utang pada bank, Indocement siap menghadapi berbagai tantangan di masa pemulihan ekonomi dengan situasi pandemi yang masih berlanjut termasuk kondisi kelebihan pasokan kapasitas industri semen dan siap berpartisipasi dalam opsi konsolidasi industri semen di masa mendatang.

Optimis untuk Kelanjutan Pertumbuhan Pasar pada Semester Ke 2 Seiring dengan pemulihan ekonomi, permintaan semen domestik nasional telah mengalami pertumbuhan positif sejak bulan Februari 2021 dan cenderung menguat pada bulan Maret lalu. Dengan demikian kami optimis pertumbuhan positif akan terus berlanjut di tahun 2021 ini.

Perseroan memprediksi kenaikan permintaan semen domestik nasional sebesar +5% dari tahun 2020 terutama dari pertumbuhan semen curah pada semester ke-2 yang disebabkan dari beberapa hal seperti nilai budget infrastruktur tahun 2021 yang kembali berada pada kisaran sebelum masa pandemik Covid-19, proyek- proyek komersial dan perumahan baru yang akan mulai dari tender-tender yang sedang berlangsung saat ini, pembentukan sovereign wealth funds (SWF) yang akan menarik investasi untuk proyek-proyek infrastruktur utama, dan kemudian efek berkelanjutan dari proyek infrastruktur tersebut yang akan mendorong pembanganun konstruksi zona industri dan pabrik di daerah sekitar.

Kami juga meyambut baik instruksi Kementerian Pekerjaan Umum Republik dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia untuk penggunaan Semen Hijau (beton) dalam proyek-proyek Infrastruktur dan pemerintah lainnya.

Indocement tentunya siap memproduksi dan memasok produk Semen Hijau tersebut baik dalam bentuk supply produk PCC, Duracem-Slag Cement dan juga jenis semen yang terbaru yaitu Semen Hidraulik yang sama tangguhnya dengan semen OPC yang sudah dikenal saat ini.(*)

Sumber: Indocement