Beranda Ekonomi Generasi Milenial Baiknya Pakai THR Untuk Modal Dana Darurat

Generasi Milenial Baiknya Pakai THR Untuk Modal Dana Darurat

ILUSTRASI THR (Dok Antara)

JAKARTA-RADAR BOGOR, Di masa jelang lebaran di kala pandemi Covid-19, masyarakat harus belajar untuk lebih menghargai uang. Artinya, masyarakat harus mulai mengatur ulang pengeluaran secara lebih terencana.

Apalagi lebaran biasanya identik dengan kondisi yang penuh pengeluaran, mulai dari kebutuhan berbelanja kue hingga belanja pakaian. Ditambah tuntutan untuk mencukupi kebutuhan finansial menjadi masalah utama setiap orang.

Kemudian juga kewajiban untuk membayar utang, pajak, biaya hidup dan lain-lain turut membuat setiap orang sangat sulit untuk mempunyai tabungan. Untuk itu, Koordinator Perekonomian I, Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Kemenkominfo, Eko Slamet R menuturkan, masyarakat khususnya milenial perlu lebih handal mengelola keuangan.

“Dikala ada kebijakan pelarangan mudik dari pemerintah, maka seharusnya milenial dapat lebih bijaksana mengatur keuangan. Saat ini milenial sangat menguasai teknologi digital, sehingga bisa memegang kendali dan menjadi ujung tombak perekonomian Indonesia”, ungkap dia dalam keterangannya, Kamis (6/5/2021).

Lalu, Head of Advisory Finansialku.com, Robby Christy menjelaskan, untuk bisa mencapai tujuan finansial yang diimpikan, masyarakat perlu memiliki peta perencanaan keuangan. Sebab, ibarat peta, perencanaan akan membuat langkah lebih terarah.

“Sebelum berinvestasi, kita harus mempersiapkan tabungan, asuransi, dana darurat, dan lain-lain. Nah, THR yang diperoleh sebaiknya digunakan untuk mempersiapkan dana darurat terlebih dahulu”, jelasnya.

Ia menambahkan, pinjaman jangan juga sampai menggerogoti setengah dari pemasukan. Jangan lupa memiliki dana darurat sebesar 6 kali gaji. “Jadi, jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, kita mampu bertahan setidaknya selama 6 bulan ke depan,” imbuhnya.

Sementara itu, Head of Government Project Link Aja Marcella Wijayanti mengatakan bahwa perencanaan keuangan harus diiringi dengan evaluasi yang baik, misalnya rencanakan dan buat pencatatan tertulis pengeluaran keuangan sekecil apapun, lalu evaluasi di akhir bulan. Kemudian buat perencanaan keuangan secara lebih baik di bulan berikutnya.

“Porsi tabungan dan investasi tidak boleh kurang dari 20 persen dalam 1 bulan. Sementara pengeluaran hiburan dan travelling mendapatkan porsi 30 persen. Sisanya digunakan untuk pengeluaran wajib seperti makan, bayar sewa, cicilan dan tagihan rutin lainnya,” pungkasnya. (*)

Sumber: jawapos.com
Editor: Lucky