Beranda Metropolis Begini Susahnya Dapat BLT di Bogor, Rela Antre dari Jam Satu Malam...

Begini Susahnya Dapat BLT di Bogor, Rela Antre dari Jam Satu Malam Hingga Gelar Karpet

Antrian-blt
Suasana antrean bantuan produktif usaha mikro (BPUM), di GOR Pajajaran, Rabu (21/4/2021). . SOFYANSYAH/RADAR BOGOR

BOGOR-RADAR BOGOR, Ratusan warga masih mengantre pencairan bantuan produktif usaha mikro (BPUM), di GOR Pajajaran, Rabu (21/4/2021).

Mereka rela menunggu berjam-jam dari tengah malam hingga gelar karpet, demi mendapatkan bantuan Rp1,2 juta itu.

Seperti yang dilakukan Wulan. Dia terus melirik ke tengah lapangan. Namanya tak kunjung terdengar di pengeras suara, untuk giliran mengambil bantuan.

universitas pakuan unpak

“Pegal mas antre. Makanya tunggu di pinggir lapangan sambil menunggu nama dipanggil,” tuturnya, sembari memeluk bantal mungil di genggaman.

Dari jauh, Wulan terlihat seperti sedang piknik. Warga Kelurahan Curug, Kota Bogor itu tak sendiri. Sejumlah tetangganya yang juga terdaftar sebagai penerima bantuan UMKM, ikut duduk berkeliling di atas karpet. Tiga lainnya tampak seperti memasang kuping kuat-kuat, menanti nama mereka terdengar di pusat keramaian.

Mereka, memang diperbolehkan menunggu di pinggir lapangan lantaran sudah mengambil nomor antrean. Sebelumnya sedari pagi buta mereka sudah lebih dulu antre untuk mendapatkan nomor.

“Dari jam 1 malam sudah antre. Sebelumnya datang selepas sahur tapi tidak kebagian” imbuhnya.

Keramaian di lapangan itu terus berlangsung sepanjang hari. Banyak warga yang memilih menunggu nomor antrean agar dapat menyetorkan berkasnya.

Saat pelayanan sudah dibuka pada pagi hari, warga yang sudah menyiapkan antrean itu langsung bergerak.

“Kalau sekarang mungkin sudah agak kurang ya (kerumunan). Karena ambil berkas formulirnya juga sudah tidak perlu mengantre. Jadi, kalau mau ambil langsung lapor ke security disana saja. Sisa menyetor berkas itu yang harus antre dan berdesak-desakan,” imbuhnya.

Wulan baru bisa mendapatkan gilirannya menyetor berkas sekitar pukul 06.00. Akan tetapi, ia juga masih harus menunggu panggilan untuk menerima uang tunai Rp1,2 juta itu.

Saat Radar Bogor menyambanginya, Rabu (21/4/2021), namanya belum dipanggil sama sekali. Padahal sudah hampir 12 jam ia memulai antrean BLT itu sembari menggelar karpet dari pinggir lapangan.

Kendati demikian, dia pasrah saja dengan kondisi itu. Euforia pencairan dana BLT ini sebenarnya berasal dari informasi simpang siur yang sempat beredar. Wulan sendiri sempat mendapatkan info bahwa batas pencairan dana BLT hingga 24 April mendatang.

Tak heran, warga berbondong-bondong ingin mencairkan dana Rp1,2 juta. Bagi sebagian besar masyarakat, dana sebesar itu sangat berharga di tengah situasi pandemi yang masih menyelimuti ekonomi.

“Kita mah masih lumayan ya (karena rumahnya di Kota Bogor). Yang kasihan itu ada dari Sukabumi, Depok, yang sampai bermalam di dekat sini. Kita sempat lihat mereka yang sudah tua, ya Allah, tapi masih ikut ngantre. Kan kasihan,” keluhnya.

Warga lain yang bersamanya, Mulyono, juga tak pernah menyangka, antrean warga akan sangat membeludak. Ia yang juga berasal dari Kota Bogor hanya bisa dibuat tercengang dengan antrean berlarut-larut itu. Ia pun harus berjibaku dengan waktu agar bisa mencairkan BLT yang baru diterimanya tahun ini.

Sama halnya dengan Wulan, Ia bolak-balik ke GOR Pajajaran hingga empat kali. Bertemankan pengap di antara kerumunan antrean di lapangan terbuka.

Pertama kali, Ia tidak mendapatkan kuota antrean karena saking banyaknya warga yang ingin menyetorkan berkas administrasi. Padahal, ia sudah datang di waktu jelang sahur.

Di waktu lainnya, ia disuruh pulang untuk memperbaiki berkas administrasi yang keliru. Domisili dan KTP-nya tak sesuai dengan rekening terdaftar.

“Ini tersisa menunggu dipanggil juga,” sambungnya. Warga lainnya, Kurniawan, juga ikut melebur dalam suasana menunggu di sekitar GOR Pajajaran itu.

Sebenarnya, bukan dirinya yang menerima BLT tersebut. Istrinya yang kebagian “rejeki” modal usaha itu. Alhasil, ia terpaksa ikut bolak-balik mengantarkan sang istri ke lapangan itu dari Cipaku, Bogor.

“Saya sudah tiga kali bolak-balik antar istri, ngantre ambil berkas dari jam 3 subuh. Dapatnya baru jam 7 pagi. Saya tidak dapat BPUM tahun lalu karena memang ada kendala BI checking,” tandasnya. Beruntung, istrinya sudah rampung menerima BLT itu lepas tengah hari.

Sebelumnya, Pimpinan Cabang BRI Dewi Sartika Oloan Susanto mengatakan penyaluran BLT memang selalu membeludak, lantaran daya tampung untuk mengelola penyaluran bantuan yang terbatas.

Dia pun meminta bagi masyarakat khususnya penerima bantuan untuk tidak tergesa-gesa mengambil bantuan. Hal itu, lantaran pemerintah memberikan batas kelonggaran waktu pencairan bantuan hingga tiga bulan ke depan.

“Sampai Mei masih bisa. Sudah kami informasikan tapi tetap saja membeludak,” imbuhnya. (mam/d)

Reporter : Imam Rahmanto
Editor : Yosep