Beranda Pendidikan Belajar Pemahaman Budaya Melalui Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka

Belajar Pemahaman Budaya Melalui Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui program Pertukaran Mahasiswa Merdeka menumbuhkembangkan toleransi pada mahasiswa melalui penciptaan ruang jumpa untuk saling mengenal dan belajar satu sama lain. (Kemendikbud)

JAKARTA-RADAR BOGOR, Indonesia kaya akan keberagaman budaya. Berdasar itu, toleransi menjadi salah satu hal penting yang harus dirawat eksistensinya, terutama pada generasi muda. Salah satunya dilakukan melalui penumbuhkembangan toleransi pada mahasiswa melalui penciptaan ruang jumpa untuk saling mengenal dan belajar satu sama lain.

Ruang perjumpaan inilah yang coba diimplementasikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui program Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Program ini juga sudah mulai disosialisasikan kepada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) seluruh Indonesia.

Terkait hal itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Paristiyanti Nurwardani mengajak para perguruan tinggi agar ikut terlibat aktif dalam program Pertukaran Mahasiswa Merdeka.

universitas ibn khaldun bogor uika

“Program ini akan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan soft skill mahasiswa terutama terkait komunikasi, kolaborasi dan compassion,” ungkapnya dalam keterangannya, Senin (19/4/2021).

Adapun, program Pertukaran Mahasiswa Merdeka mengusung konsep baru dalam pelaksanaannya, seperti adanya kegiatan sosial kemasyarakatan melalui Modul Nusantara yang terdiri dari empat kegiatan, yakni kebinekaan, inspirasi, refleksi, dan kontribusi sosial.

Melalui modul ini, mahasiswa akan mendapatkan kesempatan untuk ikut terlibat dalam berbagai kegiatan bersama dengan masyarakat. Mereka akan belajar pemahaman keragaman Indonesia.

“Tujuannya adalah memberikan pemahaman dan manfaat agar mahasiswa agar memahami arti keberagaman dan suasana yang berbeda dari tempat asalnya atau disebut dengan sebutan mahasiswa Pancasila,” imbuh Paris.

Program ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat toleransi dan saling menghargai, meningkatan nilai persatuan dan nasionalisme yang dipupuk melalui interaksi antar mahasiswa dan dosen dengan masyarakat di perguruan tinggi tujuan yang memiliki keberagaman suku, ras, dan agama.

“Kegiatan Pertukaran Mahasiswa Merdeka ini juga tidak hanya akan bermakna pengalaman bagi mahasiswa tapi juga setara dengan konversi dua puluh SKS,” pungkas Paris. (*)

Sumber: jawapos.com
Editor: Yosep