Beranda Berita Utama Penderita Diabetes Disarankan Batalkan Puasa Bila Ada Gejala Ini

Penderita Diabetes Disarankan Batalkan Puasa Bila Ada Gejala Ini

Ilustrasi diabetes. (Dok. JawaPos)

JAKARTA-RADAR BOGOR, Puasa bagi pengidap diabetes melitus (DM) harus dilakukan dengan hati-hati di bawah pengawasan dokter. Hal itu disampaikan Dr. dr. Soebagijo Adi S., Sp.ID-KEMD, FINASIM dari Siloam Hospitals.

Dia menjelaskan, diabetes penyakit komplikasi yang serius dengan angka kematian tinggi. Sehingga, perlu ada pengawasan saat menjalankan puasa.

”Bagi pengidap DM, puasa harus dilakukan dengan monitoring dan guiding. Misalnya dengan melihat waktu tes terakhir dan tergantung stabilitas gula darah diabetes,” tutur Soebagijo Adi pada Jumat (16/4).

universitas pakuan unpak

Beberapa waktu yang harus dimonitor adalah sebelum sahur, zuhur, asar, dan sebelum buka, 2 jam setelah buka, dan setiap ada gejala hiperglikemia atau hipoglikemia. Dia mengatakan, hiperglikemia adalah kondisi kadar gula terlalu tinggi. Sedangkan hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar gula terlalu rendah.

”Gejala hipoglikemia di antaranya gemetar, keringat dingin atau menggigil, berdebar-debar, lapar, kesadaran berubah atau turun, bingung, dan sakit kepala. Sementara gejala hiperglikemia adalah terasa sangat haus, lapar, sering kencing, lemah, bingung, mual atau muntah, dan nyeri perut,” ujar Soebagijo Adi.

Menurut Soebagijo, terdapat beberapa golongan yang tidak disarankan puasa. Misalnya, hiperglikemia sedang dengan gula darah 150–300 mg/dL, atau HbA1c 8–10. Selain itu, penderita DM dengan komplikasi pembuluh darah makro dan mikrovaskuler.

”Penderita yang hidup sendiri dan mendapat terapi insulin atau sulfonylurea (glibenclamide, gliclazide, glimepiride, dan seterusnya). Selain itu terdapat penyakit akut, gagal jantung, stroke, kanker, gangguan ginjal, dan biasanya diidap individu di atas 75 tahun disarankan tidak berpuasa,” terang Soebagijo Adi.

Soebagijo juga menyarankan pasien DM untuk membatalkan puasa bila gula darah kurang dari 70 mg/dL. Kondisi itu, harus dicek setelah 1 jam bila gula darah 70–90 mg/L. ”Kemudian disarankan untuk membatalkan puasa jika ada gejala hipoglikemia, hiperglikemia, dehidrasi, atau penyakit akut,” tutur Soebagijo Adi.

Pembagian jam makan pada penderita DM menurut Dr. dr. Soebagijo Adi S., Sp.ID-KEMD, FINASIM:

Pukul 06.30 : Makan pagi
Pukul 09.30 : Makanan kecil atau buah
Pukul 12.30 : Makan siang
Pukul 15.30 : Makanan kecil atau buah
Pukul 18.30 : Makan malam
Pukul 21.30 : Makanan kecil atau buah

Sumber: JawaPos.Com
Editor: Alpin