Beranda Metropolis Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Bima Arya Minta Aparatur Wilayah Pantau Prokes saat...

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Bima Arya Minta Aparatur Wilayah Pantau Prokes saat Ramadan

Walikota Bima Arya usai memimpin Apel gabungan Operasi Kurma Raya 2021 di Lapangan Pusdik Zeni TNI AD, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor.

BOGOR-RADAR BOGOR, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor meminta agar aparatur wilayah dapat memantau sekaligus mengawasi penerapan protokol kesehatan (prokes) selama bulan suci Ramadan.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Bima Arya mengingatkan aparatur di wilayah untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan secara ketat selama bulan suci Ramadan.

“Koordinasikan semua, ingatkan pedagangnya. Jika ada indikasi kerumunan yang berlebihan, langsung koordinasikan ke atas, nanti saya akan koordinasikan dengan pihak terkait,” kata Bima Arya usai memimpin Apel gabungan Operasi Kurma Raya 2021 di Lapangan Pusdik Zeni TNI AD, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor.

penerimaan mahasiswa baru universitas nusa bangsa bogor

Bima Arya menyebut, target vaksin saat ini menjadi persoalan. Untuk itu, pemerintah daerah diminta pemerintah pusat untuk menggenjot target, namun disisi lain stok vaksin terbatas dan aksesnya sendiri belum ada.

Disisi lain, jika terjadi ledakan kasus Covid-19 sementara vaksin tidak ada, kemungkinan potensi gelombang kedua pandemi Covid-19 bisa saja terjadi.

“Jadi, kondisi ini rawan sekali. Di India sudah terjadi, lengah sekarang meledak (kasus Covid-19). Untuk aparatur wilayah saya minta untuk lebih tegas,” ujar pria yang menjabat sebagai Wali Kota Bogor itu.

Menanggapi arahan wali kota, para camat yang hadir dalam apel menyatakan akan segera menindaklanjuti bersama jajaran lurah di wilayahnya.

“Di bulan suci Ramadan, kegiatan-kegiatan yang ada berbeda dengan kegiatan di bulan-bulan biasa, seperti kegiatan jelang berbuka dan pelaksanaan tarawih. Dua poin ini yang harus jadi perhatian kita,” kata Camat Bogor Timur, Wawan Sanwani.

Sedangkan, jelang berbuka biasanya warga ngabuburit sambil mencari takjil yang mengundang adanya kerumunan-kerumunan. Jika sampai berpotensi membahayakan akan diimbau untuk dibubarkan

Disamping itu, berbeda dengan tahun lalu, tahun ini tarawih mulai diizinkan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Untuk itu kata Wawan, diperlukan koordinasi dan kolaborasi dengan pihak terkait, dalam hal ini Dewan Masjid Indonesia (DMI) tingkat kecamatan maupun tingkat kelurahan dalam menyampaikan himbauan secara arif dan bijaksana.

Camat Bogor Utara, Marse Hendra Saputra menyatakan, pada prinsipnya jajaran Kecamatan Bogor Utara telah mengkomunikasikan dengan para lurah, ketua RT/RW serta para pengurus masjid yang diperkirakan akan menjadi titik keramaian.

Pemantauan juga akan dilakukan jajarannya di waktu-waktu tertentu guna melihat situasi. “Untuk para pedagang rata-rata sudah tahu dan paham,” katanya.(ded)

Reporter : Dede Supriadi
Editor : Yosep