Beranda Metropolis Operasional RS Lapangan Kota Bogor Segera Berakhir 

Operasional RS Lapangan Kota Bogor Segera Berakhir 

RS-Lapangan
ILUSTRASI: Perawat memeriksa pasien di RS Lapangan Kota Bogor, Selasa (19/1/2021).

BOGOR-RADAR BOGOR, RS Lapangan, sebagai salah satu fasilitas kesehatan (faskes) khusus penanganan pasien Covid-19 kategori orang tanpa gekala di Kota Bogor, bakal berhenti beroperasi dalam waktu dekat. RS Lapangan Kota Bogor yang berada di lingkungan GOR Pajajaran ini hanya beroperasi selama tiga bulan sejak diresmikan 18 Januari silam.

Humas dan Sekretariat RS Lapangan, Armein Sjuhary Rowi mengatakan, sesuai kesepakatan awal, RS Lapangan hanya beroperasi selama tiga bulan. Dengan begitu, salah satu faskes di Kota Bogor itu akan berhenti beroperasi pada 18 April 2020.
“Sisanya menunggu keputusan, apakah akan lanjut atau dihentikan,” kata Humas dan Sekretariat RS Lapangan, Armein Sjuhary Rowi, Jumat (9/4).

Armein-sapaanya- mengungkapkan setiap pasien yang dirawat di RS Lapangan Kota Bogor, biaya perawatannya ditanggung oleh BNPB melalui Dana Sisa Pakai (DSP) sebesar Rp12 miliar.

penerimaan mahasiswa baru universitas nusa bangsa bogor

“Dari Rp16 miliar, dikeluarkan dulu biaya Sarpras dan Perlengkapan sebesar Rp4 miliar, sehingga sisanya Rp12 miliar dibagi tiga bulan, jadi Rp4 miliar setiap bulan,” jelas Armein.
Sedangkan untuk gaji karyawan yang bertugas di RS Lapangan, mulai dari dokter spesialis hingga tenaga pembantu, Armein mengungkapkan pemerintah pusat sudah menganggarkan sebesar Rp4,5 miliar.

Untuk gaji karyawan, kata dia, dianggarkan sebesar Rp180 juta untuk dokter spesialis, dokter umum Rp190 juta, perawat Rp470 juta, penunjang medis Rp200 juta dan tenaga manajemen serta pembantu umum kurang lebih dianggarkan Rp400 juta setiap bulannya.

“Jadi setiap bulan untuk biaya gaji karyawan dianggarkan Rp1,5 miliar dan kalau ditotal untuk tiga bulan Rp 4,5 miliar,” katanya.
Saat ini, jumlah karyawan di RS Lapangan terdiri dari 222 orang yang terbagi atas dokter umum 10 orang, dokter spesialis delapan orang, perawat 52 orang, supir 12 orang, satpam delapan orang, tenaga manajemen 30 orang dan non-nakes 102 orang.(ded)

Reporter: Dede Supriadi
Editor: Alpin