Beranda Berita Utama Ini Daftar Vaksin Covid-19 yang Masih Diproses BPOM

Ini Daftar Vaksin Covid-19 yang Masih Diproses BPOM

Ilustrasi

JAKARTA-RADAR BOGOR, Indonesia sudah mengunakan dua vaksin Covid-19 yakni vaksin Sinovac dan juga AstraZeneca.

Keduanya sudah diizinkan penggunaannya menyusul terbitnya Izin Penggunaan Darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Saat ini masih ada tujuh vaksin lainnya yang sedang diproses.

Kepala BPOM Penny K Lukito menjelaskan sampai saat ini ada sekitar 53 juta dosis bulk vaksin Sinovac yang diimpor dan sudah diproduksi Biofarma serta dirilis melalui pengujian bersama BPOM sebanyak 27 juta dosis.

Dan direncanakan tanggal 15 April akan dirilis lagi 2 batch artinya 2 juta dosis. Lali 22 april akan dirilis lagi 3 juta batch sehingga mencapai 25 juta dosis sampai dengan akhir April 2021.

Selanjutnya yang sudah diterbitkan izinnya adalah vaksin AstraZeneca. Vaksin tersebut disampaikan lewat multilateral COVAX sebanyak 1,1 juta dosis pada 8 Maret 2021. EUA sudah diberikan sejak 22 Februari 202.

Lalu ada vaksin Covid-19 yang sedang dalam proses registrasi, yakni,

1. AstraZeneca yang akan diregistrasi melalui bilateral, 2 produksi (Jerman dan Thailand). Vaksin asal Jerman masuk tahap finalisasi, Thailand sedang dalam persiapan registrasi rolling submission. Lalu akan diinspeksi oleh BPOM pada 19-22 April 2022. Perkiraan EUA April/Mei 2021.

2. Vaksin Sinopharm yang didaftarkan sedang proses evaluasi. BPOM masih menunggu tambahan data efikasi, keamaan, dan mutu. Estimasinya Mei 2021 EUA akan terbit.

3. Vaksin Sputnik 5 didaftarkan PT Pratama Nirmala saat ini sedang menunggu tambahan data efikasi, keamanan, dan mutu. Ini sudah berproses cukup lama. Dan akan bermitra dengan Biofarma, estimasi EUA akhir April 2021.

4. Covaxin dari India baru mulai proses pendaftaran. BPOM sedang menunggu kelengkakpan data. Estimasi Mei 2021 EUA terbit.

5. Vaksin Novavax dari India sudah berproses dengan PT Indofarma, estimasi Juni 2021 EUA terbit.

“Jadi ini adalah vaksin lain yang sedang berproses yang tentunya menjadi harapan kami untuk melengkapi kebutuhan vaksin,” kata Penny.

Lalu ada juga 2 vaksin yang masih dalam uji klinis :

1. Produsen Anhui bekerja sama dengan BCHT-Jbio, sedang membangun fasilitas produksi vaksin diperkirakan siap 2022. Untuk fase 3 uji klinis di Universitas Padjajaran dan Universitas Indonesia selesai Juli 2021. Perkiraan EUA Juli 2021. Komitmen suplai 10 juta dosis per bulan.

2. Produsen Genexin/Kalbe. Fase uji klinis 2 dan 3 di Universitas Indonesia dapat selesai pada Oktober 2021, estimasi EUA terbit November 2021.

“Lalu vaksin merah putih saat ini ada 6 kandidat berbagai platform kandidat vaksin. Dari kandidat tersebut ada 2 yang berproses lebih lanjut yaitu dari LBM Eijkman lalu Unair bermitra dengan PT Biotis,” kata Penny. (*)

Sumber : jawapos.com
Editor : Yosep