Beranda Ekonomi Bisnis Di Tengah Pandemi, PTPP Bukukan Laba Bersih Rp 266 Miliar

Di Tengah Pandemi, PTPP Bukukan Laba Bersih Rp 266 Miliar

ILUSTRASI proyek PTPP (Jawapos)

JAKARTA – RADAR BOGOR, Perusahaan konstruksi dan investasi milik BUMN PT PP (Persero) Tbk, telah menyusun dan menetapkan berbagai program kebijakan dan strategi perusahaan di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Sebab, wabah Covid-19 yang dimulai awal 2020 mengubah kebiasaan dan gaya hidup masyarakat termasuk di Indonesia.

“Hal tersebut sangat berdampak besar dalam semua sektor kehidupan. Merebaknya wabah Covid-19 secara global tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, namun sektor ekonomi dan ketenagakerjaan turut menuai dampak signifikan,” kata Sekretaris Perusahaan Yuyus Juarsa dalam keterangannya, Kamis (8/4/2021).

Ia mengungkapkan, di tengah tekanan pandemi Covid-19, pencapaian kinerja perusahaan sepanjang 2020 masih terbilang cukup baik. Peseroan masih dapat membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 266 miliar.

penerimaan mahasiswa baru universitas nusa bangsa bogor

“Pencapaian tersebut berhasil melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya,” katanya.

Berdasarkan laporan keuangan 2020, perseroan membukukan laba kotor dari kinerja operasi sebesar Rp 2,17 triliun. Rasio utang berbunga perseroan masih berada pada angka 1,32x dari 2,5x covenant.

Hal tersebut mencerminkan bahwa rasio utang Perseroan masih jauh di bawah covenant (batas utang) yang ditetapkan oleh perbankan. “Tentunya hal tersebut menjadi keyakinan tersendiri bagi perusahaan untuk terus optimis di masa pandemi Covid-19 ini. Perseroan juga telah menetapkan kinerja di tahun 2021 ini dapat bertumbuh dibandingkan realisasi tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, guna menjalankan visi perusahaan yang unggul, bersinergi, dan berkelanjutan, perseroan menyusun berbagai strategi perusahaan baik jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang. Untuk strategi perusahaan jangka pendek, perseroan telah menuangkan strategi tersebut ke dalam buku Rencana Kerja Anggaran Perusahaan 2021.

Ia memaparkan, dalam strategi jangka pendek perseroan berorientasi kepada 5 fokus prioritas Kementerian BUMN. Diantaranya, nilai ekonomi dan sosial, inovasi model bisnis, kepemimpinan teknologi, peningkatan investasi, dan pengembangan talenta.

Dalam sektor nilai ekonomi & sosial, salah satu strategi yang akan dijalankan oleh perseroan, yaitu dengan berfokus pada segmen Champion (Seaport dan Power Renewables). Dalam inovasi model bisnis, salah satu yang akan dijalankan oleh perseroan ditahun ini dengan melakukan penyelarasan sistem Induk dan anak perusahaan.

Dalam kepemimpinan teknologi, perseroan akan mempercepat pengembangan smart construction technology. Sementara itu, perseroan juga akan mengembangkan global talent readiness program di bidang SDM.

Tidak hanya menyusun strategi jangka pendek, kata dia, perseroan juga telah menyusun strategi jangka menengah dan jangka panjang untuk terus bertumbuh dan berkelanjutan. Dimana beberapa strategi yang telah disusun meliputi memperluas kepemimpinan, investasi (perputaran nilai), penyelarasan lini bisnis, dan memperkuat kapabilitas perusahaan.

Perkuatan aspek strategi dengan bertransformasi menyesuaikan diri dalam menghadapi masa pandemi telah dan akan dilakukan oleh perseroan dengan menerapkan beberapa strategi atau kebijakan bisnis. Yaitu melakukan transformasi portofolio bisnis, transformasi unit bisnis, transformasi organisasi, transformasi tata kelola binis, dan transformasi pengelolaan inovasi, teknologi dan corporate knowledge.

“Dalam bidang investasi, perseroan akan memfokuskan pada selective investment dimana proyek-proyek investasi yang memiliki BEP cepat akan menjadi prioritas perusahaan saat ini,” ucapnya.

Selain itu, smart recycling asset akan difokuskan kepada proyek-proyek jalan tol yang telah diselesaikan pembangunannnya dan memiliki profitabilitas yang baik. Hasil smart recycling asset akan digunakan Kembali untuk membiayai proyek-proyek investasi berikutnya yang menurut perusahaan memiliki nilai profitabilitas yang jauh lebih menguntungkan.

Ia menyebut, dimasa pandemi Covid-19 ini telah membuat banyak perusahaan mengubah cara menjalankan proses bisnis. Bahkan tidak sedikit perusahaan yang harus mendaur ulang rencana bisnis perusahaannya. Tentunya hal tersebut dilakukan oleh perusahaan untuk dapat bertahan dan bangkit di masa pandemi ini.

“Perseroan meyakini bahwa kondisi perusahaan yang terjadi akibat pandemi Covid-19 hanya bersifat sementara. Adanya dukungan pemerintah terhadap pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19, seperti kebijakan pemberian insentif dalam pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) pada sektor properti dan penurunan tarif PPh Final atas Jasa Konstruksi akan memberikan optimisme tersendiri bagi Perseroan.

“Selain itu, Kementerian BUMN juga turut mendukung program pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19 dengan menggalakkan vaksinasi secara masif kepada masyarakat dan karyawannya. Dimana hal tersebut merupakan salah satu upaya yang dinilai paling efektif untuk meminimalisir dampak Covid-19. Dengan beberapa stimulus positif yang dijalankan oleh pemerintah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi nasional sehingga turut berdampak positif dalam kegiatan usaha perseroan,” pungkasnya.

Sumber : Jawapos.com

Uploader : Septi Vina