Beranda Metropolis Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-57, Puluhan Pegawai Lapas Paledang Donor Darah

Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-57, Puluhan Pegawai Lapas Paledang Donor Darah

Donor darah
Kegiatan donor darah Lapas Kelas II A Paledang Kota Bogor.

BOGOR-RADAR BOGOR, Lapas Kelas II A Paledang Kota Bogor ikut andil dalam pemenuhan ketersediaan donor darah di Kota Bogor. Puluhan pegawainya tampak menjalani pemeriksaan skrining kesehatan untuk mendonorkan darahnya.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Rakhmad Mintarja mengatakan, kegiatan donor darah dilaksanakan sebagai salah satu rangkaian dalam Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-57.

Kegiatan ini bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bogor. Menurutnya, sebagian pegawai lapas sudah rutin mendonorkan darahnya, hanya dilakukan secara mandiri.

penerimaan mahasiswa baru universitas nusa bangsa bogor

“Jadi kali ini dilakukan serentak di seluruh lapas di Indonesia,” kata Rakhmad, di Kantor PMI Kota Bogor, Rabu (7/4/2021).

Rakhmad mengatakan, pelaksanaan donor darah kali ini sempat terkendala dengan pegawai yang sudah menjalani vaksin Covid-19. Karena, ternyata harus ada jeda minimal dua pekan usai divaksin pada dosis kedua.

“Rombongan pertama 16 orang, ada yang piket siang, ada yang datang siang. Memang ada arahan dari pusat untuk memperingati HUT Pemasyarakatan,” katanya.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian di tengah pandemi untuk membantu PMI mengatasi kekurangan stok darah di Kota Bogor.

“Kita berharap tujuan kita bisa bermanfaat. Kita berharap semua pegawai, tapi karena ada wajib vaksin ada beberapa yang belum bisa menjalani donor darah,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PMI Kota Bogor, Edgar Suratman menyambut baik kegiatan tersebut, sebagai kepedulian Lapas Kelas II A Paledang Kota Bogor, membantu kebutuhan stok darah.

Edgar mengatakan, jelang Ramadan, biasanya stok darah berkurang, sehingga PMI harus gencar sosialisasi.

Selain itu, agar stok darah dapat terpenuhi, PMI Kota Bogor juga menyediakan tambahan bingkisan berupa beras, dan minyak goreng.

“Agar semangat. Agar masyarakat juga mau mendonorkan darahnya,” ucapnya.

Edgar mengatakan, upaya tersebut dianggap efektif untuk meningkatkan animo pendonor darah pada bulan Ramadan tahun lalu.

“Stok darah dua bulan terakhir juga sudah mulai normal, bulan kemarin sudah terpenuhi 3.200 kantong darah. Biasanya saat pandemi sangat kekurangan hanya 2.600 kantong darah, dan pada awal pandemi hanya 1.400 stok darah yang berhasil terkumpul,” tukasnya.(ded)

Reporter : Dede Supriadi
Editor : Yosep