Beranda Bogor Raya Bupati Fokus Tiga Indikator Perencanaan Pembangunan di Masa Pandemi

Bupati Fokus Tiga Indikator Perencanaan Pembangunan di Masa Pandemi

Bupati
Bupati Bogor, Ade Yasin (tengah) saat membuka acara Musrembang di Gedung Serbaguna. Rabu (31/3/2021). HENDI/RADAR BOGOR

CIBINONG-RADAR BOGOR, Bupati Bogor Ade Yasin fokuskan tiga indikator pada penyelenggaraan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Bogor, untuk tahun 2022.

“Memang ini kegiatan rutin setiap tahun, dimasa pandemi sekarang kita lebih ke pemulihan ekonomi, program ekonomi dan padat karya,” kata Bupati Bogor Ade Yasin usai menghadiri Musrenbang di ruangan Serbaguna 1 Setda, Rabu (31/3/2021).

Ia menjelaskan, hal tersebut sesuai arahan presiden agar lebih ke padat karya untuk pemulihan ekonomi daerah dan desa. Karena tahun 2021 ini sudah punya padat karya salah satu Sami Sade (Satu Miliar Satu Desa).

universitas ibn khaldun bogor uika

“Ada tiga indikator yang harus kita seriuskan 2021-2022, yakni  meningkatnya pengangguran, bertambahnya kemiskinan dan indeks Ekonomi. Tiga itu harus di breakdown melalui program yang tidak menyebar di dinas,” jelasnya.

Selain itu, ia menuturkan, bahwa keuangan daerah ini tidak harus merata di dinas. Tapi dinas yang lebih prioritas, mana yang biasa saja dan tidak sama sekali. Jadi melihat program itu untuk menyentuh masyarakat.

“Ada beberapa tapi paling besar ya itu Rp416 miliar. Tapi infrastruktur berjalan. Sudah kami lakukan dari Sentul Kandang Roda, Pakansari, lalu Cibinong Raya termasuk pembenahan Pasar Cisarua untuk pasar-pasar dan lainnya,” cetusnya.

Ia menambahkan, sinkronisasi Pancakarsa tetap berjalan, hanya bedanya dari persentase, tetap ada Bogor Cerdas yang lebih kepada prioritas di masa PJJ.

“Jadi kalau yang belum bisa dilaksanakan di PJJ ini nanti dulu. Tapi lebih kepada rehablitasi sekolah rusak, agar ketika sekolah dimulai jadi sudah layak huni,” tambahnya.

Ade juga mengungkapkan, termasuk beasiswa yang dierikan kepada generasi muda sebanyak 1.200 siswa kepada pemuda yang baru lulus SMA.

“Termasuk kita terima pengajuan mahasiswa berprestasi, karena mereka pun perlu diperhatikan dari segi pendidikan maupun hal lainnya,” pungkasnya. (nal/pkl1/pkl2)

Reporter : Jaenal Abidin
Editor : Yosep