25 radar bogor

Sudah Bayar Hampir Rp 1 T, Formula E Bakal Digelar 2022 di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan datang menaiki BMW Roadster i8 dengan di setiri oleh Sean Gelael pada pembukaan dan lounching Formula E di Monas, Jakarta, Jumat (20/9/2019). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan datang menaiki BMW Roadster i8 dengan di setiri oleh Sean Gelael pada pembukaan dan lounching Formula E di Monas, Jakarta, Jumat (20/9/2019). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JAKARTA-RADAR BOGOR, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan, Jakarta akan tetap menjadi tuan rumah balapan Formula E. Menurutnya, uang yang telah dibayarkan hampir Rp 1 triliun tidak akan hangus.

“Nanti (Formula E) akan dilaksanakan. Kita rencanakan nanti. Insya Allah kalau tidak ada halangan, di tahun 2022,” kata Ariza.

Ariza mengatakan, Formula E di Jakarta sudah ditunda 2 kali karena pandemi Covid-19. Namun, pembayaran commitmen fee dan garansi bank sudah masuk ke Federasi Otomotif Internasional (FIA).

“(Anggaran) Formula E yang kita keluarkan itu uangnya tetap ada. Ini ada studi kelayakannya, ada konsultan yang mengecek semua proses sudah berjalan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang ada. Kita tunggu nanti pelaksananannya,” jelas Ariza.

Sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan DKI Jakarta telah melakukan audit terhadap transaksi keuangan Pemprov DKI Jakarta periode 2019-2020. Salah satu yang menjadi sorotan yakni pembayaran untuk balapan Formula E di Jakarta.

BPK mencatat, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah menggelontorkan dana hampir Rp 1 triliun sebagai commitment fee dan garansi bank. Uang ini digunakan untuk memuluskan Jakarta bisa menjadi tuan runah Formula E.

“Berdasarkan penelitian transaksi keuangan terkait penyelenggaraan Formula E diketahui bahwa pembayaran yang telah dilakukan kepada FEO adalah senilai GBP 53.000.000 atau setara Rp 983.310.000.000,” kata Kepala Perwakilan BPK Perwakilan DKI Jakarta Pemut Aryo Wibowo dalam laporan audit, Sabtu (19/3).

Uang Rp 983,3 miliar itu dibayarkan secara bertahap oleh Pemprov DKI Jakarta. Yakni untuk commitment fee pada 2019 senilai Rp 360 miliar, pada 2020 Rp 200,3 miliar. Selanjutnya, Rp 423 miliar untuk Bank Garansi.

Sumber: JawaPos.Com
Editor: Alpin