25 radar bogor

Cepat dan Mudah Bersama Jasa Marga

LEBIH MUDAH : Siti Yanti memanfaatkan Travoy dalam setiap perjalanannya.

RADAR BOGOR – Tol Jagorawi (​Jakarta Bogor Ciawi) merupakan, sejarah awal kelahiran PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Akses tersebut, merupakan tol pertama yang dioperasikan oleh Jasa Marga pada tahun 1978.

Dengan total panjang  59 kilometer, Jagorawi menghubungkan  Jakarta, Cibubur, Citeureup, Bogor, serta Ciawi memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Pengoperasian Jagorawi menjadi tonggak PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebagai perusahaan pengembang dan operator jalan tol di Indonesia.

Saat ini Jagorawi tersambung ke berbagai jalan lain seperti tol dalam kota, Lingkar Luar Jakarta, hingga Bogor Outer Ring Road (BORR). Ya, fasilitas tersebut demi meningkatkan pelayanan dan kepuasan penggunanya.

Jasa Marga terus melakukan inovasi dengan menghubungkan tol pertama di Indonesia itu ke berbagai titik arteri di wilayah Bogor dan sekitarnya.

Salah satu inovasi yang dilakukan ialah membangun jalan tol Bogor Outer Ring Road (BORR) dengan panjang total sekitar 13,8 kilometer. Dioperasikannya tol ini, diharapkan mampu  menjadi jalur alternatif bagi pengguna jalan tol selain jalur nasional/arteri menuju wilayah Kota dan Kabupaten Bogor.

Jalan Tol BORR digadang-gadang mampu mengurai kepadatan lalu lintas di Kota Bogor, terutama di Jalan Sholeh Iskandar. BORR atau Lingkar Bogor ini juga dapat memperlancar mobilisasi masyarakat kota hujan dan ekonomi sebagai daerah penyangga ibu kota negara.

Salah satu warga Bogor yang menerima manfaat adanya tol BORR ini, Ahsan Sihotang (34). Pengusaha ini mengaku, sangat terbantu dengan adanya tol yang menghubungkan Simpang Yasmin – Sentul ini.

Pasalnya, pekerjaan yang ia geluti menuntut Ahsan harus bermobilisasi dengan cepat.

“Lebih cepat dan efisien dengan adanya tol BORR ini. Biasanya saya harus lewat jalan baru atau Pomad terlebih dahulu. Sekarang, bisa langsung dari Yasmin,” tutur pria yang akrab disapa Ahsan tersebut.

Ia mengakui, sebelum adanya tol BORR saat ada pertemuan di daerah Cibinong harus melewati kemacetan di beberapa titik di sepanjang jalan menuju kawasan tersebut. Alhasil, selalu menghabiskan energi dan juga waktu.

Sampai-sampai, ia malas berangkat karena kemacetan yang akan dilalui. Dengan adanya tol borr seksi ini, jarak yang ditempuh terasa lebih dekat. “Apalgi tol borr sudah sampai Kemang, makin enak aja,” kata dia.

Hal serupa juga dialami oleh Siti Yanti. Wanita berusia 33 tahun ini sangat bersyukur karena saat ini sudah ada tol borr. Baginya tol ini mempersingkat waktu saat pulang kampung. Ya, wanita berdomisili di Bogor ini setiap tahun sekali pasti berkunjung ke rumah orang tuanya di Pulau Sumatera.

“Dari Yasmin saya langsung masuk tol, dilanjutkan langsung ke pintu tol Sentul Selatan (Jagorawi),” kata wanita beranak dua ini.

Siti menambahkan dari Pelabuhan Bakauheni ia harus melanjutkan perjalanan menuju Bandar Lampung. Sebelum ada tol Bakauheni – Palembang, ia dan keluarga kecilnya harus menempuh jarak sekitar 100 kilometer atau 2,5 jam dari Pelabuhan Bakauheni menuju kediaman orang tuanya.

Ia menambahkan, pelayanan Jasa Marga juga sangat baik. “Dulu sebelum ada tol, saya menghindari perjalanan malam karena takut,” akunya kepada Radar Bogor. Ia menambahkan, kini ia bisa melakukan perjalanan kapan pun karena penerangannya sangat memadai.

Direktur Utama PT Jasa Marga Tollroad Operator (JMTO), Raddy R. Lukman menjelaskan, dua Jalan Tol Trans Sumatera yang dioperasikan pihaknya mencapai total panjang 329 kilometer.

“Kami mengoperasikan Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 140 kilometer dan Terbanggi Besar-Kayu Agung sepanjang 189 kilometer,” ujarnya.

Untuk pengamanan, kata dia, pihaknya telah mengoptimalkan petugas Layanan Jalan Tol (LJT) dan Petugas Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) dengan memastikan keberadaan petugas di jalur dan meningkatkan pengawasan di lokasi-lokasi rawan tindakan kejahatan.

Hal ini, dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya gangguan kendaraan pengguna jalan, dan menjamin agar gangguan dapat teratasi dengan cepat khususnya bagi pengguna jalan di malam hari.

Hingga kini, Jagorawi masih menjadi masterpiece dikarenakan struktur konstruksi yang masih prima serta penataan landscape dominan hijau, memberikan suasana segar b​agi pengguna jalan tol.

Kini Jalan Tol Jagorawi terus mengalami perubahan dalam rangka peningkatan pelayanan kepada pengguna jalan, diantaranya; pelebaran jalan tol, pemindahan Gerbang Tol ke Cimanggis, Penambahan Sarana Tempat Istirahat hingga Perubahan Sistem Transaksi.

Tak hanya berinovasi, PT Jasa Marga (Persero) Tb​k sebagai operator jalan tol pertama dan terbesar di Indonesia terus meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan. Transformasi pada sektor teknologi dan informasi terus dibenahi dan dikembangkan.

Dalam rangka HUT Ke-43 Jasa Marga yang jatuh pa​da 1 Maret 2021 lalu, Jasa Marga meluncurkan aplikasi Travoy (Travel With Comfort and Joy) 3.0 yang hadir sebagai asisten digital yang dapat membuat perjalanan di jalan tol menjadi lebih aman dan nyaman.

Travoy adalah media informasi seputar jalan tol di indonesia, travoy memberikan anda informasi terlengkap ter-update dengan sistem realtime

Operation & Maintenance Management Group Head Jasa Marga, Atika Dara Prahita menjelaskan, Travoy 3.0 merupakan pengembangan dari aplikasi Travoy yang sebelumnya telah diluncurkan sejak tahun 2019 lalu.

“Travoy 3.0 ​​bertransformasi​​ dengan penambahan berbagai fitur baru untuk menjawab kebutuhan pengguna jalan, seperti layanan Panic Shake yang dapat digunakan saat membutuhkan bantuan darurat dari petugas jalan tol,” tutur Atika.

Selain itu, menurut dia, memesan derek juga jauh lebih mudah karena terdapat fitur Online untuk pemesanan hingga pemantauan progres laporan dan lokasi secara real time di aplikasi yang saat ini masih terbatas untuk digunakan di wilayah Jabotabek

Dengan Travoy 3.0, kata dia, pengguna jalan juga dapat memantau situasi terkini lalu lintas dari CCTV yang ada di Jalan Tol Jasa Marga Group hingga menghitung kalkulasi tarif tol yang perlu dibayarkan oleh pengguna jalan selama perjalanan agar dapat mengantisipasi jumlah saldo yang harus diisi di dalam uang elektronik.

“Kami juga menyediakan fitur Laporan Anda untuk menampung semua kritik dan masukan dari pengguna jalan yang pastinya akan membuat Jasa Marga terus meningkatkan pelayanan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Tak hanya itu, Travoy 3.0 juga dilengkapi dengan fitur Travnews dan fitur Yuk Mampir yang berisi berita terkini mengenai jalan tol serta lokasi rest area hingga rekomendasi wisata hingga kuliner pada destinasi pengguna jalan. (*/luc)