Beranda Berita Utama Mutasi Covid-19 B117 Terbukti 50 Persen Lebih Sering Menular

Mutasi Covid-19 B117 Terbukti 50 Persen Lebih Sering Menular

Ilustrasi Mutasi Covid
Ilustrasi Mutasi Covid

JAKARTA-RADAR BOGOR, Mutasi Covid-19 B117 (B.1.1.7) sudah dilaporkan terjadi di Karawang pada 2 Maret 2021. Mutasi jenis ini diyakini lebih menular dari virus aslinya. Ahli menyebut virus ini 50 persen atau separo kali lipat lebih sering menular.

Virus ini bermula dari Inggris dan otoritas di sana kemudian mengambil tiga langkah penting. Pertama, Inggris melaporkan adanya mutasi B117 ke WHO pada Desember 2020 dalam kerangka International Health Regulation (IHR). Kedua, kejadian mutasi dan kemungkinan dampaknya disampaikan pula oleh Perdana Menteri Inggris.

Lalu, pemerintah Inggris sampai sengaja membentuk suatu badan khusus untuk mempelajari mutasi ini, karena mereka menganggap amat penting. Badan itu adalah New and Emerging Respiratory Virus Threats Advisory Group (NERVTAG) on SARS-CoV-2 variant B117″.

penerimaan mahasiswa baru universitas nusa bangsa bogor

Direktur Sekolah Pasca Sarjana Universitas YARSI sekaligus mantan Direktur WHO SEARO Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan bila ada mutasi Covid-19 maka selalu diamati kemungkinan lima dampaknya, seperti juga pada mutasi B117 dari Inggris. Pertama adalah dampak pada diagnosis.

“Walaupun ada perubahan pada antena/spike virus akibat mutasi, tetapi PCR masih tetap berfungi baik,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Kamis (4/3).

Lalu dampak pada penularan. Memang sudah terbukti bahwa mutasi B117 ini lebih mudah menular dibandingkan dengan versi yang lama. “Sebagian data menyebutkan penularannya dapat sampai 30-50 persen lebih sering,” tegasnya.

Lalu pengaruhnya pada berat ringannya penyakit. Sejumlah peneliti mengatakan bahwa belum ada cukup bukti bahwa mutasi ini akan membuat penyakit jadi lebih berat. Tetapi ada juga pendapat lainnya.

Pada 11 Februari 2021 NERVTAG menyampaikan laporan resmi yang menyebutkan bahwa walaupun mungkin ada potensi kelemahan dalam sistem pengumpulan data tetapi ada bukti dari beberapa analisa data bahwa mutasi B117 nampaknya berhubungan dengan peningkatan risiko pasien harus dirawat di rumah sakit dan bahkan juga kematian.

Lantas, bagaimana dampak mutasi pada vaksin? Sejauh ini memang belum ada laporan yang jelas yang menyebutkan mutasi B117 berdampak pada efektifitas vaksin. Jadi vaksin yang ada masih tetap dapat bermanfaat sesuai nilai efikasinya.

“Di Inggris sudah dilaporkan pasien yang terinfeksi B117 dan B1351 yang dari Afrika Selatan. Artinya, kita semua juga perlu waspada terhadap kemungkinan mutasi ganda seperti ini,” tegas Prof Tjandra Yoga Aditama.

Sumber: JawaPos.Com
Editor: Alpin