Beranda Pendidikan Kuota Gratis Kemendikbud Dihapus karena Akan PTM, Ini Kata P2G

Kuota Gratis Kemendikbud Dihapus karena Akan PTM, Ini Kata P2G

Sejumlah pelajar melakukan registrasi kartu perdana untuk belajar online yang dibagikan di SMK Negeri 8 Jakarta, Kamis (3/9/2020). Nantinya, para pelajar juga akan mendapat subsidi kuota dari Kemendikbud sebesar 35 Gb per bulan. Untuk program ini, Kemendikbud mengalokasikan anggaran sebesar Rp 7,2 triliun guna memperlancar pembelajaran jarak jauh selama pandemi Covid-19. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

JAKARTA-RADAR BOGOR, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menuturkan bahwa subsidi kuota gratis tidak akan dilakukan pada masa mendatang. Sebab, pada Juli nanti setelah proses vaksinasi pada 5,8 juta pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), sekolah akan dibuka.

Menilai langkah Kemendikbud yang meniadakan bantuan kuota tersebut, Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim mengatakan itu adalah tindakan yang gegabah. Apalagi, belum tentu pelaksanaan vaksinasi selesai tepat waktu.

“Pemerintah ingin buru-buru buka sekolah Juli 2021, tindakan yang gegabah,” ungkap dia kepada JawaPos.com, Kamis (4/3).

penerimaan mahasiswa baru universitas nusa bangsa bogor

Jika itu benar dilakukan, ia meminta agar pemerintah juga mempercepat gerak proses vaksinasi PTK. Sebab, banyak daerah seperti Jakarta sampai Nusa Tenggara Timur (NTT) belum divaksinasi.

“Sekarang masih lamban. Di Jakarta sendiri para guru dan tenaga kependidikan bertanya-tanya kapan mereka divaksin dan bagaimana mekanisme teknisnya. Padahal ini Jakarta, pusat informasi, jadi Disdik dan Dinkes DKI belum bergerak kayaknya,” terang Satriwan.

Kesanggupan dinas kesehatan serta dinas pendidikan sampai bulan Juni untuk memvaksinasj 5 juta PTK pun dipertanyakan. Mengingat di bulan April nanti, pelaksanaan vaksinasi bisa saja ditunda karena bersinggungan dengan Puasa Ramadhan sampai Mei mendatang.

“Nah otomatis akan terkendala, akan terhambat. Oleh karena itu waktu hanya 4 bulan ini rasa-rasanya tidak bisa mencapai angka 5 juta,” pungkas dia.

Sebelumnya, Nadiem mengatakan kuota data internet 2021 untuk siswa, guru, mahasiswa dan dosen adalah yang terakhir disalurkan. Sebab, diharapkan sekolah dapat kembali dibuka pada Juli mendatang.

“Enggak, karena pada saat itu karena arahan dari pak presiden dan perjuangan baik dari pak Budi di Kementerian Kesehatan dan Kemendikbud, kita telah setuju untuk memprioritaskan para guru-guru ya untuk melakukan vaksinasi,” ujar dia dalam acara daring Mendedar Kuota Belajar, Rabu (3/3).

Editor : Rany P Sinaga
Sumber : Jawapos