Beranda Bogor Raya Setu Citongtut Gunungputri Bakal Dinormalisasi TNI

Setu Citongtut Gunungputri Bakal Dinormalisasi TNI

Anggota Kodim 0621/Kabupaten Bogor siap melakukan normalisasi Setu Citongtut di Desa Cicadas, Kecamatan Gunungputri. Foto Septi/Radar Bogor

GUNUNGPUTRI-RADAR BOGOR, Setu Citongtut di Desa Cicadas, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, bakal dinormalisasi. Pengerukan dilakukan atas kerjasama Kementerian PUPR bersama dengan Komando Daerah Militer III/Siliwangi melalui Kodim 0621/Kabupaten Bogor.

Hal itu disampaikan Pasiter Kodim 0621/Kabupaten Bogor, Kapten Inf Andika Fitriadi saat meninjau langsung Setu Citongtut pada Jumat (26/2/2021).

“Ini kerjasama kementerian dengan Kodam III Siliwangi, karena perpanjangan tangannya Kodim dan Koramil termasuk Babinsa maka kami nanti yang akan melaksanakan naturalisasi,” ujar Kapten Inf Andika.

penerimaan mahasiswa baru universitas nusa bangsa bogor

Rencananya, Andika menuturkan, normalisasi dilakukan antara Mei atau Juni 2021. Sebelum realisasi, pihaknya bersama Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (DPSDA) Provinsi Jawa Barat akan melakukan sosialisasi kepada warga untuk menyampaikan aspirasi.

Pasalnya, banyak keramba ikan milik warga yang berada di Setu Citongtut. Menurutnya, semua setu yang berada di bawah DPSDA tidak boleh ada kegiatan lain selain untuk fungsinya sebagai penampung air.

Ke depan, lanjut Andika, pihaknya menginginkan adanya kesepakatan hitam di atas putih dengan pemangku kebijakan di wilayah setu untuk pengelolaannya.

“Jangan sampai pada saat dilakukan pengerukan, normalisasi, ada permintaan ganti rugi dari warga, setelah naturalisasi mau ada keramba lagi itu tergantung desa nantinya bagaimana,” tukasnya.

Yang jelas, Andika meminta kepada warga untuk dimudahkan dalam pelaksanaannya yang akan dilakukan selama 40 hari.

Ada beberapa tahap sebelum dilakukannya normalisasi. Kunjungannya hari ini bersama tim Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) pun untuk melakukan pengukuran sebelum disusunnya Rencana Anggaran Pembangunan (RAB).

“Yang pasti mobilisasi alat berat akan ke sini, setelah pengerukan pasti ada tanah yang keluar, itu nanti mungkin terjadi kendala di lapangan, makanya kami minta koordinasi yang sebaik-baiknya,” tandasnya.(cok)

Reporter: Septi Nulawam Harahap
Editor: Alpin