Beranda Kesehatan Ini 2 Sebab Mengapa Usai Vaksin Masih Bisa Positif Covid-19

Ini 2 Sebab Mengapa Usai Vaksin Masih Bisa Positif Covid-19

Pemberian vaksin perdana di Puskesmas Cimandala, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kamis (28/1/2021). HENDI/RADAR BOGOR

JAKARTA-RADAR BOGOR, Usai vaksinasi, sejumlah tenaga kesehatan dan beberapa tokoh pejabat masih terinfeksi Covid-19. Hal itu bisa terjadi sebab vaksinasi bisa meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus namun tak menutup celah risiko seseorang terpapar.

Maka setelah divaksinasi, tetap wajib mematuhi protokol kesehatan 3M yakni wajib memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun.

Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, beberapa nakes dan tokoh mengalami infeksi sebelum mendapat vaksin yang kedua. Hal itu bisa terjadi karena beberapa faktor.

“Rasa prihatin atas beberapa kejadian nakes dan beberapa tokoh masyarakat yang diketahui (terinfeksi Covid-19, Red) setelah mendapatkan dosis pertama vaksinasi Covid-19. Sebagian besar nakes dan masyarakat yang mendapat vaksinasi pertama yang belum dapat suntikan kedua,” katanya kepada wartawan di Kemenkes, Senin (22/2).

Menurut Nadia, Sinovac adalah vaksin berisi virus yang mati. Dipastikan ditentukan dosisnya untuk bisa disuntikkan sasaran vaksinasi.

“Vaksin ini tidak akan menimbulkan penyakit tapi mampu merangsang dan membuat tubuh kita untuk merespons antigen virus yang sudah dimatikan. Sehingga tubuh kita bisa memberikan antibodi kalau kita tertular virus Korona,” kata Nadia.

Sejumlah nakes dan tokoh diketahui positif setelah mendapatkan vaksinasi. Mengapa demikian? Mereka terpapar Covid-19 saat ini namun saat vaksinasi mereka belum menunjukkan gejala Covid-19.

“Kita tahu bahwa 40 persen kasus bergejala, sementara 60 persen gejala ringan atau tidak bergejala (OTG),” jelas Nadia.

Lalu dipengaruhi faktor lainnya yakni masa inkubasi virus 1-14 hari. Sehingga waktu yang cukup lebar, dengan rata-rata 5-6 hari sebelum munculnya gejala itulah bisa menjadi penyebab keterpaparan terjadi sebelum menerima vaksinasi.

“Vaksin Sinovac dinyatakan aman dan bermutu dan telah ada izin EUA dari BPOM. Artinya dilihat dan kaji dari aspek keamanan sehingga penyuntikan vaksin tidak menimbulkan penyakit,” tegasnya.

Nadia menegaskan, sampai saat ini belum ada laporan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Vaksinasi Covid-19 membutuhkan 2 kali penyuntikan sebab sistem imun perlu waktu lewat paparan yang lama sehingga imunitas kita mengetahui bagaimana cara efektif melawan virus. Antibodi membutuhkan waktu penyuntikan kedua untuk mencapai hasil yang maksimal.

Suntikan pertama untuk menentukan respons awal. Suntikan kedua untuk memunculkan respons antibodi dan sehingga tercipta di masa datang.

“Suntikan kedua sifatnya booster untuk meningkatkan antibodi secara maksimal. Sehingga imunitas terbentuk setelah 28 hari setelah penyuntikan kedua,” jelasnya.

Namun, meski terinfeksi setelah divaksinasi, tubuh mampu melawan sehingga penyakit bisa dihindari. Kalaupun sakit bukan gejala berat atau parah.

“Dengan adanya vaksinasi kita wajib prokes. Efek samping ringan, reaksi lokal nyeri kemerahan dan gatal-gatal bisa disembuhkan dalam waktu singkat,” jelasnya. (ran)

Editor : Rany P Sinaga
Sumber : Jawapos