Beranda Metropolis Lansia, Komorbid, Ibu Menyusui Hingga Penyintas Kini Bisa Divaksinasi

Lansia, Komorbid, Ibu Menyusui Hingga Penyintas Kini Bisa Divaksinasi

Rakor-vaksin
Walikota Bima Arya Sugiarto didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sri Nowo Retno, saat mengikuti Rakor akselerasi capaian vaksinasi Covid-19 secara virtual, Senin (15/2/2021). Humas Pemkot

BOGOR-RADAR BOGOR, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggelar Rakor akselerasi capaian vaksinasi Covid-19 secara virtual, Senin (15/2/2021).

Rakor yang dipimpin Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) ini diikuti pemerintah kabupaten/kota seluruh Indonesia, tak terkecuali Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Bertempat di Ruang Paseban Punta, Balai Kota Bogor, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Sri Nowo Retno mengikuti Rakor hingga selesai.

universitas ibn khaldun bogor uika

Pada Rakor ini tidak hanya membahas capaian vaksinasi Covid-19 saja melainkan turut dibahas terkait Surat Edaran Kemenkes yang baru Nomor HK.02.02/I/368/2021 tentang ketentuan penyuntikan vaksin corona terhadap para lansia, pemilik komorbid (penyakit penyerta), ibu menyusui dan penyintas Covid-19.

“Jadi arahan Wamenkes, menyelesaikan tahap I sasaran Tenaga Kesehatan (Nakes) kalau bisa Minggu ini diselesaikan,” ujar Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno dalam keterangan pers yang diterima radarbogor.id Selasa (16/2/2021).

Retno sapaan akrabnya mengatakan, di Kota Bogor sasaran Nakes sesuai yang terdata di Sistem Informasi SDM Kesehatan berjumlah 10.772 dan yang sudah register 10.742 atau sudah 99,72 persen.

Nakes yang sudah di suntik berjumlah 8.276 atau 76,83 persen, sementara 2.296 atau 21,37 persen gagal di vaksin karena eksklusi (penyintas Covid-19, ibu hamil, ibu menyusui, komorbid dan lansia).

“Di Surat Edaran Kemenkes terbaru untuk penyintas Covid-19 lebih dari tiga bulan, komorbid yang terkontrol, ibu menyusui dan lansia boleh diberikan,” katanya.

Ia menambahkan, dalam waktu satu pekan ini pihaknya akan menindaklanjuti dengan mendata kembali 2.296 Nakes yang eksklusi (komorbid, penyintas Covid-19, ibu menyusui dan lansia) tersebut untuk di skrining sehingga bisa diberikan vaksinasi.

“Kemarin Kota Bogor kan dapat 9.150 dosis vaksin, ada sisa 884 dosis vaksin. 884 dosis vaksin ini akan kami optimalkan untuk selesaikan sasaran satu nakes yang 2.256 tidak bisa di vaksin, di skrining lagi sesuai dengan ketentuannya yakni penyintas Covid-19 lebih dari tiga bulan, komorbid yang terkontrol,” jelasnya.

Ia menjelaskan, setelah Nakes selesai di vaksinasi semua, akan masuk di sasaran tahap II . Pihaknya saat ini sedang mendata sasaran tahap II untuk lansia, pendidik, pedagang pasar, tokoh agama, wakil rakyat, pejabat negara, pegawai pemerintah, keamanan (TNI, Polri, Satpol PP), pelayanan publik lainnya, transportasi publik, atlet, pariwisata, wartawan dan pekerja media.

“Data ada yang sudah masuk tapi belum lengkap, hari ini akan difinalisasi, yang terdata baru 14.210,” terangnya.

Namun sampai saat ini belum ada informasi dari Wamenkes kapan dosis vaksin tahap II. Namun yang terpenting saat ini menyelesaikan Nakes tahap I dan pendataan vaksinasi tahap II harus sudah masuk pekan ini sehingga kemungkinan pada Maret sudah bisa mulai vaksinasi.

“Pak Wali Kota sudah bisa di vaksin di tahap II. Dan untuk jumlah vaksin yang diterima mudah-mudahan sesuai usulan Kota Bogor mungkin sekitar 16 ribuan kalau data sudah masuk semua,” tukasnya. (all)

Reporter : Arifal
Editor : Yosep