Beranda Bogor Raya Didukung Disparbud Jabar, Kopassus Bangun Monumen Sangkur Komando di Puncak Lalana

Didukung Disparbud Jabar, Kopassus Bangun Monumen Sangkur Komando di Puncak Lalana

Kopassus Bangun Monumen Sangkur Komando di Puncak Lalana

CIAMPEA-RADAR BOGOR, Di akhir pekan lalu,Korps Pasukan Khusus (Kopassus) melakukan pendakian ke Puncak Lalana Gunung Karst, Ciampea.

Kegiatan tersebut tidak hanya sekedar pendakian biasa saja, tapi masuk dalam rangkaian pembangunan Monumen Sangkur Komando di lokasi tersebut diatas.

Selain dari Kopassus, hadir juga berbagai elemen yang diantaranya PP dan Disparbud Jabar. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat (Kadisparbud) Jabar, Dedi Taufik mengatakan kegiatan tersebut pembahasan teknis pembangunan monumen sangkur komando di Puncak Lalana Gunung Karst, Ciampea.

penerimaan mahasiswa baru universitas nusa bangsa bogor

“Memaparkan rencana bersama Komandan Jendral Kopassus Mayor Jenderal Mohammad Hasan. Yang dasarnya kami siap beri dukungan karena Ciampea merupakan kawasan Geopark Pongkor,” terang Dedi Taufik kepada Radar Bogor.

Tambahnya, Ciampea ini bagian dari kawasan Geopark Pongkor, yang memiliki luas kisaran 131.000 hektar. Juga bagian dari geopark di Jawa Barat yang memiliki keindahan alam yang bisa kita jual.

Dedi juga menuturkan ada beberapa catatan yang harus dikolaborasikan dan didesain agar tidak mengganggu bebatuan di Puncak Lalana yang umurnya sudah jutaan tahun.

“Harapannya mudah-mudahan kolaborasi dan sinegritas yang digagas pak Danjen ini sudah bersatu dengan sistem pentahelix. Tinggal kita dari sisi regulasi dan teknis kita harus support,” katanya.

Sementara itu, Danjen Kopassus, Mayjen TNI, Mohammad Hasan mengatakan potensi wisata di Ciampea ini sangat besar. Nantinya bisa mendukung serta mengembangkan pariwisata di Kabupaten Bogor agar dapat dinikmati banyak orang.

“Ini tentunya diharapkan bisa membantu Kabupaten Bogor dalam pengembangan pariwisatanya dan Jawa Barat pada umumnya,” terang M.Hasan.

Hingga Kabupaten Bogor dan Jawa Barat mempunyai beberapa tempat yang bisa menghasilkan dampak ekonomi pada masyarakat serta memberikan keindahan pada semuanya.

Jendral yang juga pernah menjadi Danrem 061/Suryakancana ini menekankan dan berpesan, jangan mengkapitalisasi alam, jangan mengambil profit atau keuntungan dari alam tapi bisa mengambil benefit atau manfaat dari alam agar alam tidak rusak dan manusia disekitarnya sejahtera. (ran)

Editor : Rany P Sinaga
Sumber : Kopassus