Beranda Politik Mensesneg: Istana Tidak Perlu Menjawab Surat AHY Soal Kudeta Demokrat

Mensesneg: Istana Tidak Perlu Menjawab Surat AHY Soal Kudeta Demokrat

Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Istana Kepresidenan Bogor pada Kamis (7/11/2019). (BPMI, Setpres)
Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Istana Kepresidenan Bogor pada Kamis (7/11/2019). (BPMI, Setpres)

JAKARTA-RADAR BOGOR, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah berkirim surat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu karena ada pejabat pemerintah di lingkaran istana prsiden yang berniat melakukan kudeta dan mengambil alih partainya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengaku sudah menerima langsung surat dari Ketua Umum Partai Demokrat AHY.

“Kami sudah menerima surat dari Pak AHY yang ditujukan oleh Bapak Presiden, diantar langsung oleh Pak Sekjen Partai Demokrat. Kami sudah menerima surat itu,” ujar Pratikno dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/2/2021).

Namun demikian, Pratikno mengaku pihak Istana tidak bisa menjawab surat tersebut. Sebab itu adalah masalah Partai Demokrat. Sehingga Istana enggan untuk ikut campur.

“Kami rasa kami tidak perlu menjawab surat tersebut karena itu perihal dinamika internal partai, itu adalah perihal rumah tangga internal Partai Demokrat yang semuanya sudah diatur di dalam AD/ART,” katanya.

Diketahui, Ketua Umum Partai Demokrat AHY mengaku dirinya sudah mengirimkan surat resmi ke Presiden Jokowi terkait ada pihak dari pemerintah yang ingin mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat.

Menurut AHY, meminta konfirmasi dari Presiden Jokowi dirasa penting karena untuk mengatahui apakah benar adanya pihak dari pemerintahan yang ingin merebut kepemimpinan yang ia pegang secara paksa.

“Karena itu, tadi pagi, saya telah mengirimkan surat secara resmi kepada Yang Terhormat Bapak Presiden Jokowi untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi dari beliau terkait kebenaran berita yang kami dapatkan ini,” ujar AHY di Kantor Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakarta, Senin (1/2/2021).

AHY mengaku perlu mengirim surat ke Presiden Jokowi. Sebab oknum dari pemerintahan tersebut menyeret Presiden Jokowi yang merestui jika AHY lengser dari jabatan Ketua Umum Partai Demokrat. (*)

Sumber : jawapos.com
Reporter : Yosep