Beranda Metropolis Bogor Valley Hingga Asrama UIKA Jadi Tempat Isolasi OTG, Bisa Menambah 400...

Bogor Valley Hingga Asrama UIKA Jadi Tempat Isolasi OTG, Bisa Menambah 400 Bed

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim.

BOGOR – RADAR BOGOR, Saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sedang melakukan finalisasi terkait rencana pemakaian hotel, kantor pemerintahan, hingga asrama kampus untuk dijadikan tempat isolasi pasien covid dengan kategori Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Sedang difinalisasi. Mudah -mudahan tidak ada kendala,” kata Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim saat dihubungi radarbogor.id, Jumat (5/2/2021).

Sejalan dengan itu, sambung Dedie, saat ini Pemkot juga masih membutuhkan satu proses untuk merealisasikan hal itu. Yakni meyakinkan warga di sekitar tempat isolasi.

penerimaan mahasiswa baru universitas nusa bangsa bogor

“Apa yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor dalam menjadikan Bogor Valley menjadi tempat isolasi itu aman. Jadi Insya Allah tidak adalagi kendala, tinggal masyarakat sekitar yang mungkin harus mendukung langkah yang diambil. Karena ini untuk kepentingan warga Bogor,” kata Dedie.

Namun, dari informasi yang didapati, hanya tersedia 69 kamar bakal isolasi pasien OTG di hotel Bogor Valley. Sementara sisanya, Pemkot juga mendapat tawaran untuk menjadikan salah satu asrama mahasiswa milik Universitas Ibn Khaldun (UIKA) yang selama ini tidak terisi. Lalu ada alternatif lainnya yakni di balai diklat BPKP di Ciawi.

“Termasuk kita harus antisipasi juga nanti BNN Lido tidak bisa dioperasionalisasikan sebagai tempat isolasi Kota Bogor (lagi),” sambung Dedie.

Dedie menambahkan, masa kontrak Pemkot Bogor dengan BNN akan habis rencananya pada akhir Maret nanti.

Hal itu juga diamini Wali Kota Bogor, Bima Arya saat konferensi pers dengan media di Kompleks Duta Kencana, kemarin.

Bima mengatakan, penambahan fasilitas isolasi untuk pasien covid ini bakal menambah pula jumlah tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di Kota Bogor.

“Jadi ada satu hotel, ada satu kantor, dan satu aset kampus yang sedang kita proses. Ya kita lihat lah. Penambahan kira – kira 400 tempat tidur atau bed,” kata Bima.

Memang kata Bima, memang sudah diprediksi sebelumnya, bahwa lonjakan kasus positif covid terus naik. Bahkan rekor saat ini ada 168 kasus baru pada hari Rabu 3 Februari 2021 lalu.

“Makanya ada tiga hal yang kita lakukan. Pertama adalah memperbaiki sistem 3 T (tracing, testing, treatment) kita,” kata Bima menambahkan. (dka)

Reporter : Andika

Editor : Yosep