Beranda Berita Utama Jabar Perkuat 100 Puskesmas untuk Tangani Covid-19

Jabar Perkuat 100 Puskesmas untuk Tangani Covid-19

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

BANDUNG-RADAR BOGOR, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, pada 2021, Pemprov Jabar akan memperkuat sekitar 100 puskesmas di Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Bandung, Kabupaten Bekasi, Kota Cimahi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bandung, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Bandung Barat untuk penanganan Covid-19.

”Kita akan menambah SDM dari APBD. Kami perkirakan untuk menyelesaikan masalah Covid-19 harus ada tiga SDM baru yang berkompeten di bidang kesehatan,” kata Ridwan Kamil seperti dilansir dari Antara di Kota Bandung.

Menurut dia, Pemprov  Jabar menggagas program bernama Puspa (Puskesmas Terpadu dan Juara) yakni program khusus memperkuat peran Puskesmas dalam penanganan Covid-19.

universitas pakuan unpak

Ada sejumlah kriteria yang ditetapkan dalam penentuan lokasi mulai kasus konfirmasi, sumber daya manusia kesehatan (SDMK) per kabupaten/kota, sampai kepadatan penduduk.

Nanti, tiga SDM baru yang berkompeten di bidang kesehatan bersama dua staf Puskesmas setempat akan menjadi tenaga kesehatan berbasis tim untuk memperkuat pelaksanaan 3T (tracing, testing, dan treatment).

Ridwan Kamil menjelaskan, program tersebut merupakan tindak lanjut atas rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memperkuat sistem dan SDM di Puskesmas.

”Kami meyakini apabila kita fokus, kita bisa kurangi beban rumah sakit dan menekan angka Covid-19. Berdampingan juga dengan vaksinasi yang terus diupayakan,” ujar Ridwan Kamil.

”Saya berharap komitmen dan keseriusan dari seluruh kepala daerah dalam bekerja sama. Juga dukungan untuk menekan angka Covid-19 agar turun drastis pada 2021,” tambah Ridwan Kamil.

Pendiri Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) Diah Saminarsih yang juga Senior Advisor WHO mengatakan, SDM menjadi faktor penting dalam penguatan Puskesmas. Oleh karena itu, perekrutan dan pelatihan harus dilakukan dengan sebaik-baiknya.

”Tidak mudah memperluas trace dan melakukan pelacakan terstruktur dan efektif. Ini nanti nakes yang telah terpilih dan diterjunkan ke puskesmas akan bergabung dengan relawan yang ada di puskesmas yang direkrut di daerah masing-masing,” kata Diah.

”Pelacakan diharapkan sesuai dengan target. Pelacakan dilakukan sangat efektif dan bisa memenuhi target. Hal itu memerlukan tenaga kesehatan yang mumpuni yang mempunyai bekal baik dan lebih dari cukup untuk melaksanakannya,” tambah Diah. (jpg)