Beranda Berita Utama Dokter Ingatkan Pentingnya Kandungan Iodium Untuk Otak

Dokter Ingatkan Pentingnya Kandungan Iodium Untuk Otak

Ilustrasi

JAKARTA-RADAR BOGOR, Asupan zat gizi mikro dapat dipenuhi dengan memastikan sajian makanan beragam di rumah sejak dini. Namun, langkah krusial ini masih belum dilakukan banyak orang tua. Salah satunya kandungan mineral iodium.

Dalam webinar Royco dengan Garam Beriodium #BantuTumbuhSesuai, baru-baru ini, Dokter Spesialis Gizi Klinik dr. Diana F. Suganda, Sp.GK, M.Kes menjelaskan, orang tua perlu memperkaya pengetahuan dan kreativitas dalam memenuhi nutrisi seluruh keluarga dengan menyertakan bahan-bahan bergizi di tiap masakan. Termasuk garam beriodium. Sayangnya, pengetahuan sebagian masyarakat mengenai manfaat dari iodium masih terbatas pada upaya pencegahan penyakit gondok.

“Padahal, dampak dari kekurangan iodium jauh lebih luas dan dapat terjadi pada semua usia. Kekurangan iodium dapat mengakibatkan perkembangan otak terganggu,” kata dr. Diana.

Diperkirakan, 20 juta orang Indonesia menderita GAKI (Gangguan Akibat Kekurangan Iodium) yang mengakibatkan hilangnya IQ setara 140 juta point. Maka, pemenuhan kebutuhan iodium harus diperhatikan dari hulu ke hilir. “Penting sejak 1.000 hari pertama kehidupan atau di dalam kandungan, hingga ke tahapan usia selanjutnya,” jelasnya.

Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia IPB University Prof Dodik Briawan menjelaskan, Indonesia masih memiliki beban hidden hunger (masalah gizi dan kelaparan) yang besar. Akibat kekurangan zat gizi mikro seperti iodium, zat besi, vitamin A dan zink ini telah menimbulkan beberapa masalah kesehatan yang berkepanjangan.

Contohnya, Riset Kesehatan Dasar 2018 memperlihatkan 48,9 persen ibu hamil menderita anemia, dan Riset Kesehatan Dasar 2013 melaporkan bahwa 14,9 persen anak usia sekolah berisiko kekurangan iodium.

“Masyarakat seringkali masih abai akan masalah ini, karena meskipun makanan yang dikonsumsi tidak memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, penderitanya tidak merasa kelaparan karena asupan gizi makronya sudah terpenuhi. Jika tidak segera mendapatkan perhatian, akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang baik secara fisik maupun psikis,” ujar Prof Dodik.

Director of Foods & Refreshment PT Unilever Indonesia Tbk. Hernie Raharja mengajak masyarakat melakukan transisi menuju pola makan yang lebih sehat sembari mengurangi dampak lingkungan dari sistem rantai makanan secara keseluruhan. Maka caranya, mengonsumsi hidangan yang baik untuk tubuh dengan asupan yang beragam, bergizi seimbang, serta berasal dari sumber yang berkelanjutan.

“Kondisi kekurangan gizi ini masih sering diabaikan karena dampaknya baru terlihat dalam jangka panjang. Dengan target mengubah perilaku pola makan 2,5 juta masyarakat Indonesia, edukasi akan dititikberatkan pada panduan gizi seimbang sesuai konsep Isi Piringku bahkan sejak 1000 hari pertama kehidupan, pentingnya asupan iodium untuk bantu anak tumbuh sesuai, dan perilaku hidup bersih dan sehat,” kata Hernie.(jpg)