Beranda Metropolis Kadin Kota Bogor Tak Buka Lagi Pendaftaran Calon, Dinilai Rawan Gugatan

Kadin Kota Bogor Tak Buka Lagi Pendaftaran Calon, Dinilai Rawan Gugatan

Ketua-Kadin-Jabar
Ketua Kadin Jawa Barat, Cucu Sutara

BOGOR – RADAR BOGOR, Setelah sempat ditunda, Musyawarah Kota (Mukota) VII Kadin rencananya akan diselenggarakan tahun ini.

Namun, keputusan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bogor tak membuka kembali pendaftaran, dianggap bisa berujung pada sejumlah gugatan.

Ketua Kadin Jawa Barat, Cucu Sutara mengungkapkan, masih menunggu konsultasi kelanjutan untuk Mukota VII. Pihaknya menegaskan, hingga kini tetap mengacu pada AD/ART dan aturan organisasi.

Dengan begitu, ia mengisyaratkan pelaksanaan Mukota VII itu seharusnya tetap memberikan jalan untuk pendaftaran kembali para calon peserta.

“Contohnya begini, kalau (Mukota) dilaksanakan tahun 2021, oleh anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) menyatakan bahwa Mukota itu diikuti peserta yang memiliki KTA (Kartu Tanda Anggota, red) pada tahun berjalan. Otomatis kan KTA mereka harus yang tahun 2021. Otomatis kan mereka (peserta) harus daftar lagi dong. Kalau KTA tahun 2020 berarti menyalahi aturan dan kedaluwarsa dan itu rawan gugatan,” jelasnya kepada Radar Bogor, Senin (25/1/2021).

Lebih lanjut ia mengatakan, pembukaan calon peserta sesuai dengan KTA pada tahun berjalan itu juga akan membuka peluang pendaftaran kembali calon ketua. Cucu menekankan, peluang itu sangat mungkin terjadi. Hanya saja, pelaksanaan Mukota tetap dalam rambu-rambu aturan organisasi dan memenuhi syarat.

“Makanya saya minta Kadin (Kota Bogor) konsultasi secara resmi ke Jabar. Karena Kadin Jabar punya tugas adalah menjaga Mukota itu sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku. Kalau itu tidak dilakukan (menutup pendaftaran kembali), mungkin saja akan terjadi bahwa rawan akan gugatan. Makanya Kadin Jabar memberikan pagar dengan aturan itu, haruslah berkonsultasi,” paparnya mengingatkan.

Ia menegaskan, Kadin Jabar sendiri tak pernah punya kepentingan khusus terhadap siapa pun calon ketua di Kota Bogor.

Menurutnya, siapa pun yang terpilih dalam Mukota VII harus punya komitmen yang kuat dalam menggerakkan roda perekonomian di daerahnya. “Situasi saat ini (ketua baru) harus punya komitmen kuat, baik dari sisi ekonomi atau investasi,” paparnya.

Ketua Kadin Kota Bogor, Erik Suganda menjelaskan, Mukota VII akan diselenggarakan secepatnya pada 20 Februari dan selambatnya 20 Maret 2021.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk melindungi hak – hak calon – calon ketua yang sudah mendaftar (ada tiga orang pendaftar) dan membayar kontribusinya, maka tak akan dibuka pendaftaran calon ketua lagi. “Itu harapannya kita kan prosesnya tak diulang. Untuk menghargai yang sudah daftar,” kata Erik.

Namun, kata Erik, kebijakan itu baru bersifat usulan yang ditujukkan kepada Kadin Jawa Barat. Hingga saat ini, sambung dia, usulan tersebut belum mendapatkan jawaban.

Ia menambahkan, untuk melindungi hak calon peserta yang sudah terdaftar yakni sebanyak 262 peserta anggota biasa (AB), maka mereka akan diprioritaskan untuk diundang sebagai peserta. (mam/dka/c)