Beranda Metropolis Tol BORR Tembus Salabenda, Sholis Bebas Macet

Tol BORR Tembus Salabenda, Sholis Bebas Macet

Tol-BORR
 Tol BORR Seksi 3A. Sofyansyah/Radar Bogor

BOGOR-RADAR BOGOR, Tak perlu lagi bermacet ria di bilangan KH Sholeh Iskandar, Kota Bogor. Mulai Februari nanti, pengguna jalan bisa memilih opsi melintasi Tol Bogor Ring Road (BORR) Seksi III A yang membentang dari kawasan Sentul hingga simpang Salabenda.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan pembukaan Tol BORR Seksi III A sudah ada Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk izin operasionalnya. Kelak pengguna jalan bisa menghindari titik-titik kemacetan di kawasan Sholeh Iskandar (Sholis) seperti Simpang Kedung Halang, bangkitan lalu lintas di sekitaran kampus UIKA dan Plaza Bogor Indah, serta bottleneck simpang Yasmin.

“Jalan Tol BORR Seksi III A ini merupakan Jalan Tol layang yang mengeluarkan biaya investasi cukup besar, infonya sekitar 4-5 kali lipat lebih besar dari konstruksi tol at grade. Tentunya, dengan dioperasikannya Seksi III A ini akan berpengaruh terhadap penyesuaian tarif Jalan Tol BORR. Karena ada investasi yang cukup besar di dalam pembangunan Tol BORR ini, maka konsekuensinya adalah penyesuaian tarif,” kata Dedie usai rapat rencana pembukaan Tol BORR Seksi III A dengan PT Marga Sarana Jabar (MSJ) di Balaikota, Rabu (20/1/2021).

Sebagai informasi, saat ini tarif Tol BORR dari Sentul Selatan hingga ke Yasmin sebesar Rp10 ribu. Dengan penambahan jarak hingga ke Kayumanis ini, tarif menjadi Rp14 ribu.
“Ada penambahan jarak hampir 4 kilo. Jadi Simpang Susun Sentul sampai Salabenda itu menjadi Rp14 ribu,” kata Dedie.

Penyesuaian tarif itu, kata Dedie, kemudian sudah disetujui oleh Menteri PUPR dan Badan Pengatur Jalan Tol. Dengan penyesuaian tarif itu, Dedie mengungkapkan, tentu masyarakat diharapkan bisa mengerti. “Bisa memahami bahwa nilai yang cukup tinggi di investasi ini berdampak pada tarif pengguna tol ini,” tukas Dedie.

Dedi Krisnariawan Dirut PT Marga Sarana Jabar (MSJ) Pengelola Tol BORR mengatakan tarif baru ini sudah mempertimbangkan kemampuan dan kemauan bayar para pengguna jalan, serta biaya investasi pembangunan. (dka)