Beranda Pendidikan 28 Sekolah Dasar Negeri di Tamansari Kabupaten Bogor Going Digital

28 Sekolah Dasar Negeri di Tamansari Kabupaten Bogor Going Digital

SD-Tamansari
Sebanyak 28 SDN di Kecamatan Tamansari Kabupten Bogor telah
menggunakan sistem manajemen sekolah berbasis digital, bekerjasama dengan PT Media Dimensi Teknologi Indonesia (EMDITEK).

BOGOR-RADAR BOGOR, Sebanyak 28 Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor menandatangani Perjanjian Kerjasama dengan PT Media Dimensi Teknologi Indonesia (Emditek) untuk menerapkan sistem manajemen sekolah berbasis teknologi digital di sekolah-sekolah mereka, Jumat (22/1/2021).

Pandemi Covid-19 yang diikuti dengan dihentikannya proses belajar tatap muka membuat semua pihak di dunia pendidikan mencari solusi terbaik untuk mengatasinya.

Di sisi lain, selama ini banyak keluhan dari para guru pendidik dan pengelola sekolah khususnya di sekolah-sekolah negeri mengenai beban kewajiban-kewajiban administrasi yang membuat mereka sulit fokus pada materi dan metoda pengajaran kepada peserta didik.

Sementara di lain pihak, kegiatan administrasi, pelaporan pengelolaan sekolah sangat dibutuhkan oleh Pemerintah atau para pemilik sekolah swasta untuk meyakinkan bahwa sekolah dikelola dengan baik untuk mendukung proses belajar mengajar.

Emditek telah melihat problem-problem tersebut dan membangun MyTimetrac School Management System (MT-SMS) untuk membantu pengelolaan sekolah secara digital, dengan aplikasi berbasis web dan dapat juga diakses menggunakan smart phone.

Sistem ini mencakup fitur pengelolaan adminstrasi umum, keuangan, perpustakaan, absensi, jadwal pelajaran, pemberian tugas kepada peserta didik, pengumpulan dan scoring hasil belajar, komunikasi digital antara guru – murid maupun guru – orangtua murid, dan lain-lain.

“MT-SMS ini merupakan suatu sistem pengelolaan sekolah berbasis digital paling lengkap yang dibuat untuk mendukung sekolah (umum) menjalankan fungsinya dengan lebih optimal,” jelas Yudi Kusman, CEO Emditek saat ditemui pada acara penandatanganan perjanjian kerjasama tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Rita Juartini, S.Pd kepala SDN Sirnagalih 05, Kabupaten Bogor menyampaikan bahwa pihaknya sangat optimis implementasi sistem ini akan membuat sekolah yang dipimpinnya lebih maju.

“Saya melihat bahwa MT-SMS ini benar-benar dapat menjawab kebutuhan kami, khususnya sekolah yang berada lokasi pedesaan ini untuk menjadi setara dengan rekan-rekan kami di kota besar,” kata Rita.

“Bahkan, dengan layanan MT-SMS tersebut sekolah kami jadi memiliki website sendiri dan digital database sendiri, seperti sekolah-sekolah swasta besar,” lanjutnya sambil tersenyum lebar.

“Sistem digital ini sangat sejalan dengan program Merdeka Belajar dari Kemendikbud, khususnya untuk mendukung para guru agar lebih leluasa membangun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) serta menjalankan kelas daring,” timpal Ade Jojo S.Pd Kepala SDN Pasirangsana 02, Kabupaten Bogor.

Dengan penerapan MT-SMS di 28 sekolah itu, berarti sistem ini sekaligus membantu pelaksanaan program belajar mengajar untuk total sekitar 7.000 peserta didik dan sekitar 200 guru di sekolah-sekolah tersebut. Di luar itu, fitur komunikasi pada aplikasi digital tersebut juga dapat diakses oleh orangtua siswa, sehingga total subscriber pada aplikasi ini sekitar 14.200 orang.

Sementara itu, pihak Emditek menyatakan bahwa pihaknya akan terus fokus mengembangkan sistem MT-SMS ini menjadi lebih baik dan lebih jauh lagi menjawab kebutuhan dari sekolah, guru, peserta didik, maupun orang tua.

“Saat ini kami telah mulai masuk ke fase pengembangan produk tahap dua, yang salah satunya adalah penambahan fitur video conferencing pada aplikasi tersebut, sehingga akan melengkapi kebutuhan proses belajar daring pada kondisi pandemi saat ini,” papar Yudi Kusman. (*/ysp)