Beranda Metropolis Sepak Terjang Andi Sudirman, Alarm Banjir Jakarta dari Katulampa

Sepak Terjang Andi Sudirman, Alarm Banjir Jakarta dari Katulampa

Andi-Sudirman
Koordinator Satuan Unit Pelaksana Ciliwung Katulampa, Andi Sudirman.

BOGOR-RADAR BOGOR, Bak sebuah alarm banjir Jakarta. Begitulah peran Andi Sudirman, kuncen Bendung Katulampa. Pria 53 tahun, Koordinator Satuan Unit Pelaksana Ciliwung Katulampa.

Memasuki musim penghujan, suaranya menjadi penanda. Informasi pertama bagi warga Jakarta. Mengabarkan peringatan dini banjir di ibu kota.

Bekerja sebagai penanda bencana banjir ibu kota, sudah Ia lalui sejak 34 tahun lamanya. Tepatnya pada Oktober 1987.

Ia bercerita, menjadi petugas Bendung Katulampa bukanlah profesi yang mudah, sebab ia bersama rekan-rekannya harus bekerja selama 24 jam. Memonitor debit air yang masuk ke bendung.

Dimana, perkembangan debit air di Bendung Katulampa lah yang menentukan Ibu Kota Jakarta banjir atau tidak.

Seperti beberapa hari ini. Kota dan Kabupaten Bogor memasuki puncak musim penghujan.

Dalam tiga Hari terakhir, kawasan Puncak, Kabupaten dan kota Bogor diguyur hujan. Menandakan Ibu Kota harus bersiap siaga hadapi Banjir.

“Kalau sedang banjir, semua personel harus siaga. Bahkan sampai menginap di posko,” tutur Andi Sudirman yang merupakan warga asli Kelurahan Katulampa ini kepada radarbogor.id Kamis (21/1/2021)

Andi menuturkan, Pengabdian ini semata-mata demi masyarakat yang tinggal di kawasan Ciliwung agar bisa mendapatkan peringatan dini jika terjadi banjir. Menjadikan alarm banjir ibukota.

Profesi yang ia lakoni sejak Oktober 1987 itu menghantarkan Andi Sudirman menjabat sebagai Koordinator Satuan Unit Pelaksana Ciliwung Katulampa, setelah mengawali karir sebagai penjaga bendung.

Saat ini, Andi Sudirman dipercaya sebagai pengawas di sebelas situ dan lima irigasi di Kota dan Kabupaten Bogor.

Adapun situ yang diawasi, di antaranta yakni Situ Gede, Taman Sari, Kranji, Cikaret, Panjang, dan lainnya.

“Ya, kami memonitor bagaimana daya tampung air untuk mengantisipasi banjir di musim hujan,” paparnya.

Kendati banyak waktu yang dia habiskan di Bendung Katulampa, tak serta merta membuat dia ingin melepaskan profesinya.

Walaupun usia sudah memasuki lebih dari seperempat abad, Andi Sudirman ikhlas dan senang menjalani profesi ini. Pengabdiannya kepada masyarakat masih dengan suka rela ia jalani.

“Dari pagi harus sudah di sini. Lalu, keliling wilayah, sore baru kembali lagi ke posko. Nanti abis Magrib biasanya baru bisa istirahat. Itu kalau air sedang tenang,” katanya.

Andi Sudirman pun berharap, apa yang dilakukanya, abdikan, dan berikan ke masyarakat memberikan keberkahan bagi mereka. (all/pkl)