Beranda Metropolis Plasma Darah Sangat Mendesak, Para Penyintas Covid-19 Diminta Lakukan Ini

Plasma Darah Sangat Mendesak, Para Penyintas Covid-19 Diminta Lakukan Ini

BOGOR–RADAR BOGOR, Kebutuhan akan plasma darah bagi pasien Covid-19 makin meningkat. Namun, hal itu belum bisa tercukupi karena minimnya informasi maupun sosialisasi kepada para penyintas. 

Hal ini membuat komunitas relawan kemanusiaan, Temanco bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) akan mengadakan acara bertajuk ‘Aksi Donor Plasma’ pada Sabtu (30/1/2021) pekan depan. 

Kegiatan yang akan berlangsung di Plaza Balai Kota Bogor mulai pukul 09.00-12.00 WIB ini, bertujuan mengajak para penyintas Covid-19 yang sudah sembuh untuk menyumbangkan darah mereka. 

universitas ibn khaldun bogor uika

Yang akan disalurkan kepada pasien Covid-19 dengan komorbid atau penyakit penyerta denga gejala berat. 

Inisiator Temanco, Ara Wiraswara mengatakan, aksi donor plasma ini digagas karena keresahan yang muncul dari para penyintas Covid-19 terhadap makin meningkatnya jumlah pasien virus asal Wuhan, China itu. 

Selain itu, masih minimnya informasi tentang plasma darah yang khusus ditujukan kepada pasien penderita Covid-19. “Kami menggandeng PMI karena baru saja memiliki alat untuk plasma darah. Nah, banyak penyintas ingin menyumbangkan darah mereka tapi tidak tahu harus kemana dan syaratnya apa saja” ujar Ara kepada radarbogor.id, Kais (21/1/2021) kemarin. 

Ara mengungkapkan, saat ini ada lebih dari 5000 penyintas yang sembuh dari Covid-19. Jumlah itu sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan akan plasma darah. 

Nah, bagi penyintas yang ingin mendonorkan darahnya bisa ambil bagian pada Aksi Plasma Darah yang berlangsung di Plaza Balai Kota Bogor. Dengan mengikuti screaning oleh petugas dari PMI. 

“Gongnya memang di tanggak 30 Januari nanti. Dan akan terus berkelanjutan untuk memenuhi stok plasma darah. Satu orang pendonor sudah ditunggu 100 pasien Covid-19 dengan gejala berat,” serunya.

“Kami juga akan membuka semacam posko donor plasma, karena hal itu bisa dilakukan dua minggu sekali menurut informasi dari PMI,” tutupnya. (rur)