Beranda Bogor Raya Pemkab Bogor Dapat Suntikan Dana PEN Rp64,4 Miliar

Pemkab Bogor Dapat Suntikan Dana PEN Rp64,4 Miliar

Bupati Bogor, Ade Yasin. Foto Dede/Radar Bogor

CIBINONG-RADAR BOGOR, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, kembali mendapatkan suntikan anggaran dari pemerintah pusat. Ditahun 2020, Pemkab Bogor menerima Rp64,4 miliar sebagai program pemulihan ekonomi (PEN).

Bantuan tersebut relatif lebih kecil jika dibandingkan bantuan hibah dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yakni sebesar Rp 80,9 miliar, yang dikhususkan untuk membantu sektor pariwisata di Kabupaten Bogor.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan, Pemkab Bogor bakal mendapatkan bantuan keuangan dari pemerintah pusat yang bakal dimanfaatkan untuk pemulihan ekonomi di Bumi Tegar Beriman. “Besaranya relatif lebih kecil, bantuan PEN tahun 2021 sebesar Rp 64,4 miliar,” ujar Ade Yasin kepada Radar Bogor, Kamis (21/01).

universitas-nusa-bangsa

Ade-sapaanya mengatakan, dari total bantuan sebesar Rp64,4 miliar, akan dimanfaatkan untuk tiga kegiatan di tiga satuan kerka perangkat daerah (SKPD) di Kabupaten Bogor.

Pertama, anggaran program PEN akan dimanfaarkan untuk pembangunan alun-alun Ibu Kota Cibinong di Kelurahan Ciri Mekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Pembangunan alum-alun tersebut saat ini mangkrak, karena alokasi anggaran kegiatan fisik tersebut mengalami recofusing karena pandemi Covid-19.

Tahun lalu, pembangunan alun-alun tersebut sudah mulai dikerjakan dengan menelan anggaran Rp4,9 miliar. Namun, tahun ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tak menganggarkan lagi kelanjutan proyek tersebut.

Penundaan pembangunan tersebut merupakan imbas dari pandemi Covid-19, sehingga ada sejumlah anggaran yang didrop untuk penanganan untuk kesehatan dan penanganan jaring pengaman sosial (PJP).

Saat itu, proyek alun-alun tersebut terbagi dalam dua sesi. Pertama, meliputi pembangunan dasar. Seperti pembangunan gazebo, penataan lapangan, dan jalan setapak.

Pada tahap pertama, pembangunan dengan anggaran Rp4,9 miliar itu bersumber dari bantuan Provinsi Jawa Barat. Namun, semuanya terhenti lantaran anggaran Provinsi Jawa Barat terkena refokusing akibat penanganan covid-19. “Kalau untuk secara keseluruhan pembangunan ada pada tahap dua nanti. Yang meliputi fasilitas penunjang,” katanya.

Kemudian, Peningkatan Ruas Jalan Cigudeg-Kiarasari-Cisangku, Kecamatan Cigudeg, terakhir bantuan anggaran dari pemerintah pusat juga akan dimanfaatkan untuk revitalisasi Pasar Cisarua. “Yang kita ajukan banyak untuk mendapatkan bantuan dari program PEN,” ucapnya.

Ade Yasin berharap, program pembangunan yang didanai melalui program PEN dapat berjalan dengan baik, alalagi anggaran turun pada awal tahun 2021. Dengan begitu, Pemkab Bogor lebih leluasa untuk memaksimalkan penyerapanya.

Politisi PPP itu juga sudah meminta tiga dinas yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bogor menyiapkan secara matang baik pengajuan proses lelang dan perencanannya dengan matang. “Lelang dilakukan di awal tahun,” tukasnya.

Untuk diketahui, Pemkab Bogor memastikan bantuan hibah Rp80,9 miliar dari Kemenparekraf telah didistribusikan kepada pelaku usaha pariwisata maupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang beroperasi di kawasan objek wisata Kabupaten Bogor.

Peruntukkannya dibagi menjadi dua, pertama, 70 persen atau sekitar Rp56,69 miliar diberikan kepada pengusaha dalam bentuk hibah untuk mempertahankan kestabilan usaha. Kemudian 30 persen sisanya atau sekitar Rp20,24 miliar merupakan pendanaan program program yang mendukung sektor pariwisata.(ded)