Beranda Metropolis Kerjasama dengan Kejaksaan, Dirut RSUD : Penggunaan Anggaran RS Lapangan Sudah Transparan

Kerjasama dengan Kejaksaan, Dirut RSUD : Penggunaan Anggaran RS Lapangan Sudah Transparan

RSUD-Kota-Bogor
Direktur Utama RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir saat diwawancarai awak media.

BOGOR-RADAR BOGOR, Penggunaan anggaran RS Lapangan, dinilai sudah transparan. Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, dr Ilham Chaidir menjelaskan, pihaknya bahkan bekerjasama dengan Kejaksaan untuk pendampingan. Termasuk, pengadaan alat – alat kesehatan untuk RS Lapangan.

Lebih lanjut ia mengatakan, anggaran sebesar Rp20 miliar dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) belum ada yang dicairkan. “Masih mekanisme administrasi, belum ada yang dibayarkan,” ungkapnya.

Keberadaan pihak RSUD dan Dinas Kesehatan dalam pembangunan RS Lapangan, sambung dia, hanya sebagai masinis karena dimintai tolong oleh BNPB untuk membantu.

Demi memaksimalkan pembangunan di RS Lapangan, pihaknya menggunakan teknologi yang ada di RSUD Kota Bogor agar anggaran yang digunakan tak terlalu besar.

“Kalau dari swasta, satu tempat tidur itu Rp50 juta, ya mana bisa. Makanya, kami pakai teknologi RSUD dengan sewa lift dan sebagainya, habis lah Rp800 juta-an. Ini kan murah sekali, kemudian sisanya untuk alat kesehatan, obat-obatan, hazmat untuk tiga bulan dan diperuntukkan kepada 227 pegawai,” urai Ilham.

Prosedur pembuatan RS Lapangan, kata Ilham, merupakan salah satu langkah untuk menanggulangi outbreak pandemi Covid-19 di Kota Bogor. Ia menambahkan, bed occupancy rate (BOR) harus bisa tetap berada di titik aman.

Untuk pembangunannya, dijelaskan Ilham, sudah mendapatkan izin dari Wali Kota Bogor, melalui SK Satgas Covid-19.

“Jadi, kami dianjurkan untuk menggunakan gedung pemerintahan dan tujuannya bagus. Karena kami mau efektif dan efisien sehingga pilih di Dispora,” ujar Ilham.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Priyatnasyam Syah mengaku, jika alokasi anggaran Dana Sisa Pakai (DSP) dari BNPB itu sudah sesuai dengan aturan yang ada.

bozzfoods frozen foods

Anggaran DSP yang digelontorkan oleh BNPB ke Kota Bogor sebesar Rp20 miliar, baru terserap Rp16 miliar untuk pembangunan RS Lapangan. Namun, pihaknya mengajukan perpanjangan penggunaan anggaran sampai akhir tahun nanti. “Laporan kami sampaikan tiap bulan,” pungkasnya. (dka/c)