Beranda Metropolis Baru Dibuka, RS Lapangan Kota Bogor Sudah Kedatangan Pasien

Baru Dibuka, RS Lapangan Kota Bogor Sudah Kedatangan Pasien

RS-Lapangan
Perawat memeriksa pasien di RS Lapangan Kota Bogor, Selasa (19/1/2021). SOFYANSYAH/RADAR BOGOR

BOGOR-RADAR BOGOR, Rumah Sakit Lapangan (RSL) Kota Bogor, telah resmi beroperasi. Keberadaan fasilitas kesehatan tersebut, akan meringankan beban rumah sakit lain yang kewalahan menangani pasien Covid-19.

Kepala RSL Kota Bogor, Yeti Hariyati mengungkapkan, sudah kedatangan beberapa pasien dibuka, Senin (18/1/2021). Namun, hingga kemarin, baru satu pasien yang menempati ruang rawat.

Itu lantaran, dua pasien lainnya harus dirujuk ke RSUD Kota Bogor. Sedangkan, dua pasien lainnya tak menunjukkan hasil swab test.

Untuk perawatan Covid-19, sesuai standar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), semuanya sudah bisa terpenuhi di sini. Hanya, ada gejala berat yang tidak bisa ditangani, kami rujuk. Apalagi di sini tak tersedia ventilator,” ungkapnya kepada Radar Bogor.

Ia menyebutkan, semua pasien Covid-19 bergejala ringan bisa dirawat di RSL. Sebanyak 56 tempat tidur ruang isolasi dan 8 tempat tidur ruang Unit Gawat Darurat (UGD) dianggap cukup memadai untuk menangani pasien yang telah dipastikan terpapar Covid-19.

Meski belum beroperasi secara full team, Yeti optimis dengan sumber daya manusia (SDM) yang telah disiapkan.

Pasalnya, RSL baru menyiapkan 44 perawat. Itu hanya untuk melayani 30 hingga 40 tempat tidur. Sementara, RSL membutuhkan 60 perawat. Secara otomatis, beberapa ruangan belum bisa berjalan maksimal sembari menyiapkan rekrutmen SDM itu.

“Targetnya, kami bisa selesaikan (semua rekrutmen) dalam seminggu. Barusan (kemarin), kami sudah melakukan tes untuk 20 peserta,” imbuhnya.

Ia percaya, rumah sakit yang berada di bawah payung RSUD Kota Bogor itu akan berjalan maksimal dalam beberapa hari ke depan. Tujuan pendirian RSL, memang untuk membantu penanganan Covid-19 secepat mungkin.

bozzfoods frozen foods

“Yang paling penting, kami dari tim Satgas Covid-19 berusaha untuk bagaimana pasien itu cepat tertangani, pasien tidak merasa khawatir. Kita mencoba untuk mereka (pasien Covid-19 bergejala ringan) bisa lebih tenang,” lanjutnya.

Penanggung Jawab Rumah Sakit (RS) Lapangan, Ari Priyono menambahkan, pembangunan RSL terbilang dikerjakan dalam waktu yang relatif singkat.

Mereka merombak bekas gedung Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor itu hanya dalam tempo dua minggu. Dananya, berasal dari pengajuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Memang gedung ini secara konstruksi sudah baik, tetapi terkait instumen di dalamnya perlu dilakukan perubahan total. Mulai dari saluran sanitasi, sekat ruangan untuk memisahkan pasien dan tenaga kesehatan, dan kelengkapan lainnya. Termasuk dilengkapi dengan lift darurat yang memang dikhususkan untuk pasien-pasien komorbid. Kita menyewa (lift) hanya enam bulan,” bebernya yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut.

Total anggaran untuk penanganan Covid-19 melalui RSL itu, mencapai angka Rp20 miliar. Ari merincikan, total anggaran tersebut dibagi dalam dua bagian. Itu meliputi sekitar Rp16 miliar untuk pembangunan dan operasional RSL sendiri.

Sedangkan, sisanya untuk rencana karantina pasien Covid-19 yang tergolong Orang Tanpa Gejala (OTG) di hotel. Pihaknya sedang menyiapkan salah satu hotel yang berada di kawasan Jalan Soleh Iskandar.

“Artinya, dengan hadirnya RSL ini, membuktikan bahwa pemerintah pusat sudah konsen dan benar-benar menunjukkan bahwa pemerintah pusat juga hadir di Kota Bogor untuk membantu warganya. Bahkan, RSL ini juga bisa diperuntukkan untuk warga di sekitarnya (Kota Bogor),” tandas lelaki yang juga Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bogor ini.

Kesiapan RSL tersebut diapresiasi cukup baik oleh CEO Radar Bogor Group, Hazairin Sitepu. Menurutnya, persiapan yang hanya butuh waktu dua minggu itu menunjukkan langkah sigap pemerintah kota (pemkot) Bogor.

Terlebih, kondisi kasus-kasus Covid-19 yang kian hari menunjukkan kenaikan cukup signifikan. “Ini bisa menjadi pemecahan terbaik untuk menangani pasien-pasien Covid-19 yang ada di Kota Bogor. Bahkan, bisa jadi alternatif dari pasien-pasien dari Kabupaten Bogor,” tukasnya di sela-sela kunjungan tim. (mam/c)