Beranda Nasional 3.000 KK Terdampak Banjir di Banjarmasin

3.000 KK Terdampak Banjir di Banjarmasin

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina mengunjungi pengungsi korban banjir di kantor Banjarmasin Selatan. (Humas Pemkot Banjarmasin/Antara)

BANJARMASIN-RADAR BOGOR, Sebanyak 3.000 KK dengan sekitar 9.600 jiwa terdampak banjir di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Permukiman tempat tinggal mereka dilanda banjir yang terjadi sudah tiga hari.

”Bahkan 125 KK dengan sekitar 500 jiwa harus mengungsi ke tempat aman,” ujar Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina seperti dilansir dari Antara di tempat pengungsian korban banjir di daerah Banjarmasin Selatan, Sabtu (16/1).

Dia menyampaikan itu sesuai data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin. Tidak ada korban jiwa, namun sekitar 9.600 jiwa dari sekitar 3.000 KK menjadi korban banjir. Menurut dia, pemerintah kota sudah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir, karena kondisi banjir yang meluas, hingga posko dan dapur umum didirikan di setiap kecamatan.

Ibnu mengatakan, sebagian korban banjir juga mengungsi ke tempat ibadah, sekolah dan pondok pesantren yang lebih aman. Dia akan terus ke lapangan untuk melihat langsung kondisi banjir, bahkan memberikan bantuan.

”Kita mendistribusikan bantuan untuk para pengungsi di beberapa titik di Kecamatan Banjarmasin Selatan, tepatnya di Pesantren Hidayatulah dan di Pesantren Al Falah yang terdapat 53 jiwa pengungsi,” ujar Ibnu Sina.

Melihat intensitas hujan yang saat ini masih cukup tinggi, Ibnu Sina mengimbau agar masyarakat yang terdampak banjir untuk terus bersabar dan berdoa agar ujian itu bisa cepat berlalu.

”Kami harap warga bersabar dan ujian ini mudah-mudahan cepat berlalu, walaupun dalam perkiraan BMKG sampai 18 Januari curah hujan masih tinggi dan air laut pasang tinggi sehingga banyak genangan air masuk ke permukiman,” terang Ibnu Sina.

Sementara itu, sebuah alat penggali atau excavator yang sedang dibersihkan di jalan nasional antara Kandangan–Batulicin di Desa Batung, Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, terseret tanah longsor susulan hingga masuk jurang sedalam puluhan meter. Operator alat berat itu ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di jok kemudi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tapin Sofyan mengatakan, alat berat itu terseret ke jurang pada Jumat (15/1) sekitar pukul 16.30 wita. Korban baru bisa dievakuasi Sabtu (16/1) pukul 00.30 wita.

”Operatornya bernama Marwan, 38, warga Desa Durian Tabung, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) ditemukan tidak bernyawa masih di posisi kemudi ekskavator yang tertimbun longsoran tanah di jurang sedalam sekitar 20 meter tersebut,” ujar Sofyan.

Penyebab longsornya tanah di daerah perbukitan itu akibat intensitas curah hujan tinggi yang terus mengguyur beberapa hari terakhir.

Kasi Intel Kodim 1010 Rantau Kapten Inf Waloyo mengatakan, tanah longsor yang terjadi pada Jumat (15/1) pukul 08.00 itu sebelumnya sudah dibersihkan anggota Koramil 1010/07 Rantau dan jajaran Polsek Piani bersama masyarakat setempat menggunakan alat seadanya, hingga akses jalan itu bisa dilewati. ”Iya, benar kejadian itu. Setelah kami bersihkan, ekskavator dioperasikan ke lokasi itu dan terseret longsor masuk jurang,” ujarnya. (jpc)