Beranda Bogor Raya Satgas Covid-19 Diminta Sterilisasi Gedung Setda dan Kantor Bupati

Satgas Covid-19 Diminta Sterilisasi Gedung Setda dan Kantor Bupati

Pengemprotan disinfektan di Kantor Bupati dan ruang kerja Sekertaris Daerah Kabupaten Bogor oleh Tim Damkar, Rabu (13/1/2021). Foto : Hendi/Radar Bogor

CIBINONG-RADAR BOGOR, Wakil Bupati (Wabup) Bogor, Iwan Setiawan memastikan agar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor segera melakukan sterilisasi di dua gedung di lingkungan Kabupaten Bogor.

Pertama, seluruh ruangan di gedung Setda Kabupaten Bogor, kedua sterilisasi bakal dilakukan di Kantor Bupati Bogor.

“Ya, barusan sudah koordinasi dengan Jubir Satgas, harus segera cepat penanganannya paska Sekda terkonfirmasi positif,” ujarnya kepada Radar Bogor, Rabu (13/01/2021).

universitas pakuan unpak

Iwan mengaku melakukan pengecekan kondisi lingkungan Setda Kabupaten Bogor paska Sekda positif Covid-19. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penularan virus corona yang masif di lingkungan perkantoran Kabupaten Bogor.

“Barusan saya keliling, kami kan satu gedung dengan pak Sekda, kami perintahkan Dinkes untuk mensterilkan dengan penyemprotan disinfektan. Saya cek juga ruangan assisten tadi kosong,” katanya.

Penyemprotan disinfektan, kata dia, sambil berjalan, karena saat ini Pemkab Bogor sedang menerapkan PSBB Jawa dan Bali dengan melakukan WFH sehingga hanya 25 persen pegawai. “Sudah kosong, tinggal penyemprotan termasuk tracing,” katanya.

Politisi Gerindra itu memastikan pemerintahan di Kabupaten Bogor tetap berjalan, pendelegasian tugas dan wewenang rencanya akan diserahkan ke para assistennya.

“Pak assisten yang akan mengambil alih sementara hingga kondisi Sekda dinyatakan negatif. Pemerintahan tetap berjalan, tak ada halangan gara-gara ada yang positif Covid-1,” katanya.

Iwan mengaku, penularan diduga dari istrinya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bogor, Nurhayati.

Iwan menjelaskan, sudah menjalani tes usap pada Jumat (8/01/2021). “Saya hari Jumat diswab, Alhamdulillah negatif,” katanya.

Iwan memastikan, pemerintahan di Kabupaten Bogor tetap berjalan, pendelegasian tugas dan wewenang diserahkan ke assistennya untuk sementara” ucapnya.

“Pak assisten yang akan mengambil alih sementara hingga kondisi Sekda dinyatakan positif,” katanya.

“Kami pemerintahan tetap berjalan, tidak ada terhalang gara-gara ini (positif). Pelayanan kepada masyarakat seperti biasa berjalan,” ucapnya.

Meski demikian, sejauh ini koordinasi tetap berjalan karena memang sebelum dinyatakan positif Covid-19, kondisi Sekda Burhanudin dalam keadaan sehat.

“Kalau memang OTG kan masih bisa berjalan, tugas dan kewenangan kalau memang assisten akan dilimpahkan sementara tugas kewenangannya,” katanya.

Dari dua orang yang terkonfirmasi positif, yakni Burhanudin dan Istrinya Nurhayati, Satgas Penanganan Covid-19 masih menunggu hasilnya keluar. “Anaknya yang memang belum keluar hasilnya,” tukasnya.

Selama beberapa hari, Burhanudin menjalani kegiatan yang cukup padat. Pertama, Sekda Kabupaten Bogor sempat mengikuti rapat kerja gabungan terkait penanganan covid-19 di wilayah Kabupaten Bogor.

Acara tersebut berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor, pada Jumat (08/01) dan dihadiri oleh unsur pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bogor beserta tamu undangan lainnya.

Kedua, Sekda Kabupaten Bogor juga sempat menghadiri rapat koordinasi penanganan covid-19 di Kabupaten Bogor, pasca diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jawa-Bali, atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), pada Senin (11/01).

Acara tersebut berlangsung di Sekretariat Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor, di komplek Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, dihadiri sejumlah pejabat Kabupaten Bogor, Ade Yasin.

Kemudian, sempat menghadiri rapat perencanaan pembangunan rumah sakit, yang berlangsung di Hotel Gumilang, Megamendung, pada Selasa (12/01).(ded)