Hotel – Restoran di Kabupaten Bogor Mulai Diguyur Hibah Rp80,9 Miliar

Ilustrasi

CIBINONG – RADAR BOGOR, Akhir tahun, tinggal beberapa pekan lagi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yakin bisa menghabiskan hibah Rp80,9 miliar dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Bantuan tersebut, khusus program pemulihan ekonomi (PEN) untuk membantu sektor pariwisata.

Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan optimis bantuan terserap optimal sebelum tutup anggaran tahun ini.

Menurutnya, saat ini proses pendistribusian dana hibah untuk hotel, restoran, maupun bantuan untuk peningkatan sarana dan prasarana di sejumlah destinasi wisata masih berjalan. “Alhamdulilah semua berjalan lancar,” ucapnya, Minggu (22/11/2020).

Untuk hotel dan restoran yang persyaratannya belum lengkap, kata dia, saat ini Pemkab Bogor tengah melakukan verifikasi data.

Diantaranya, meliputi berkas Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), bukti pembayaran pajak mulai 2019 dan 2020 hingga berkas administrasi lainnya.

Ilustrasi

Sampai saat ini, sambung dia, ada sekitar 121 hotel dan 171 restoran yang sedang diverifikasi kelengkapan berkasnya. Nantinya, hotel dan restoran tersebut akan menerima bantuan, sesuai dengan nominal kumulatif pajak yang dibayarkan pertahun.

“Untuk besaran hotel dan restoran, bantuannya bervariasi. Kalau hotel dan restoran dihitung dari konversi pajak yang dibayar dalam satu tahun. Ada yang mendapatkan Rp300 juta, ada yang dapat Rp200 juta, ada juga yang Rp150 juta,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Burhanudin mengatakan, bantuan tersebut untuk menstimulus sektor pariwisata.

Jika dipersentasikan, dari total bantuan Rp80,9 miliar, sebanyak 70 persen anggaran dialokasikan untuk membantu hotel dan restoran, 25 persen untuk peningkatan sarana dan prasarana pariwisata dan 5 persen lainnya untuk mengurusi administrator, sosialisasi dan lainnya.

Ia meminta, instansi pemerintah terkait untuk memaksimalkan serapan anggaran yang bersumber dari Kemenparekraf tersebut. Ia ingin, jika bantuan tersebut mesti mampu terserap secara maksimal di sisa waktu dua bulan terakhir ini.

Burhanudin tak ingin, jika bantuan dari Kemenparekraf tersebut menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA). “Orang lain cari duit susah, kita dikasih duit jadi SiLPA kan sayang,” tukasnya.(ded/c)