BOGOR – RADAR BOGOR, Pemerintah pusat dikabarkan akan membiayai perbaikan beberapa jembatan di Kota Bogor. Pemerintah daerah kota sendiri mengaku akan melakukan komunikasi yang lebih intens kepada pusat.
Salah satu titik yang akan dibiayai pusat adalah perbaikan Jembatan MA Salmun, pembangunan fly over di pintu kereta MA Salmun dan pengembangan kawasan Stasiun Bogor.
Komunikasi itu kemudian diamini Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim. Kata dia, dalam penyelesaian masalah infrastruktur di Kota Bogor, memang komunikasi dengan pemerintah pusat sangat diperlukan.
Hal itu merupakan bagian dari ikhtiar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam memperbaiki infrastuktur.
“Karena banyak yang harus kita kerjakan. Tidak hanya jembatan MA Salmun ada juga Jembatan Jalak Harupat, Jembatan Satu Duit. Lalu beberapa jembatan yang sudah dibangun sejak jaman kolonial Belanda, harus segera diperbaiki,” tegas Dedie.
Tak hanya dari pusat, ikhtiar ke jalur provinsi juga menjadi upaya Pemkot. Jadi, kata Dedie, perlu kemitraan serta dialog dengan pemerintah pusat dan provinsi.
Terpisah, terkait dengan DED yang sudah dibuat, Kabid Pembangunan dan Kebinamargaan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Dadan Hamdani, menerangkan bahwa untuk pembangunan di MA Salmun membutuhkan anggaran sebesar Rp250 miliar.
“Jadi kita untuk DED baru ada MA Salmun, Rp250 miliar,” kata Dadan.
Lebih lanjut, Dadan sendiri mengaku sampai saat ini masih merencanakan anggaran untuk pembebasan lahan.
Sebab, berdasarkan rancangan APBD 2021 Kota Bogor, anggaran untuk pembebasan lahan hanya Rp41 miliar.
“Jadi Rp41 miliar itu bukan untuk PUPR saja, jadi itu secara keseluruhan. Tapi kalau untuk PUPR masih belum tahu kita berapa,” terangnya.
Terkait proyek revitalisasi jembatan MA Salmun, Dinas PUPR Kota Bogor, diketahui, juga mengajukan proposal anggaran ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, mengaku anggaran yang diajukan untuk melakukan revitalisasi jembatan yang usianya sudah hampir 30 tahun ini sebesar Rp80 miliar.
“Jadi secara tidak resmi juga saya sudah bicara dengan kepada Dinas PUPR di Provinsi dan sudah menyampaikan ke Kepala Bappeda provinsi, ini mudah-mudahan tidak terpengaruh refocusing anggaran karena covid agar bisa dilaksanakan,” kata Chusnul.
Chusnul pun mengungkapkan, anggaran yang diajukan tersebut akan digunakan untuk melakukan revitalisasi terhadap dua struktur jembatan yang ada di MA Salmun. “Iya jadi dua konstruksi jembatan yang ada akan kita perbaiki,” ungkapnya. (dka)