CIBINONG-RADAR BOGOR, Diabetes hingga saat ini masih menjadi salah satu penyakit yang paling menakutkan. Penyakit ini telah banyak merenggut nyawa manusia serta membuat banyak penderitaan bagi para pengidapnya.
Nah, dalam rangka memperingati World Diabetic Day atau Hari Diabetes Dunia, RS EMC Sentul menyelenggarakan Webinar Awam Diabetes yang membahas secara detail penanganan penyakit diabetes di era pandemi.
Spesialis Penyakit Dalam sekaligus Konsultan Endoktrin Metabolik Diabetes, dr Roy Panusunan Sibarani, menjadi narasumber dalam kegiatan terebut, dan dimoderatori oleh General Manager Radar Bogor, Ira Nihrawati AS.
“Saat ini penyakit diabetes tak hanya diderita oleh usia lanjut, banyak usia produktif yang juga terdiagnosa diabetes bahkan dapat juga diderita oleh anak-anak. Kemudian langkah apa yang harus kita lakukan saat terdiagnosa diabetes,” ujar dr. Roy Panusunan Sibarani saat melakukan Webinar Awam Diabetes, Rabu (18/11/2020).
dr. Roy Panusunan mengatakan, Hari Diabetes Sedunia diperingati setiap 14 November, dan merupakan kampanye untuk meningkatkan kesadaran bahaya diabetes bagi masyarakat global.
Hari Diabetes Sedunia ini juga sebagai kampanye kesadaran masyarakat global untuk fokus pada diabetes mellitus.
“Hari Diabetes Sedunia juga memperingati tokoh hebat dibidang kedokteran dari Kanada Frederick Banting, yang menemukan hormon insulin dan menyelamatkan raturan juta jiwa, untuk itu diperingarti hari diabets sedunia,” ujar dr. Roy.
Menurutnya, konsep peringatan tersebut merupakan upaya pencegahan karena semakin banyak usia muda yang mengudap penyakit berbahaya tersebut. Dalam sepekan terakhir saja, dirinya menangani empat pasien yang berusia muda.
Karena itu, jika ingin hidup sehat maka syaratnya dengan makan sehat dan diiringi pola aktivitas yang sehat serta mengurangi stres dan cukup tidur.
Sayangnya, mayoritas masyarakat masih tak menyadari potensi risiko diabetes, cenderung masih menjalani pola hidup yang tak sehat.
Padahal jumlah kasus diabetes khususnya di Indonesia terus meningkat. Jumlah penderita diabetes mellitus secara global saat ini mencapai 463 juta penderita, dan 19.5 juta berusia 20 hingga 79 tahun. Sedangkan pasien diabetes di Indonesia mencapai 175 juta jiwa.
“1 hingga 17 orang merupakan seseorang yang beresiko diabetes, 1 dari lingkar teman kita beresiko diabetes, jadi ini big problem (masalah besar),” katanya.
Pria yang juga Konsultan Endoktrin Metabolik Diabetes itu menerangkan penanganan konsep hidup sehat dengan cara empat pilar. Pertama makan baik, kedua olah raga yang cukup.
Kemudian, ketiga jika perlu minum obat secara teratur, minum obat harus dengan dokter, jangan hanya ke apotik atau beli di toko obat.
“Terakhir edukasi sebagai kunci, dan sebenarnya ada satu lagi pengecekan gula darah secara terkontrol,” katanya.
Selain itu, di dalam pikiran seorang penderita diabetes mellitus harus mencehah komplikasi, karena tentunya selain biaya yang bertambah, akan mempengaruhi pengobatan terlebih disaat pandemi Covid-19.
“Kalau pasien jaga saya, jangan sampai komplikasi, seperti jantung, stroke, gangguan ginjal, kebutaan, dan kaki diamputasi,” tukasnya.
“Jadi sekali lagi, oke kena diabetes tapi yang ada dipikiran komplikasi, kita sebenarnya dihajar dua pandemi, yang terakhir pandemi Covid-19,” ucapnya.
Ia meminta agar penderita diabetes agar tetap melakukan control gula darah secara turin ke rumah sakit, dan tidak perlu khawatir pandemi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
“Kita ketahui penanganan diabetes era covid biasanya ditemukan gula darah terkontrol dengan baik di bawah 180, artinya 88,9 persen bisa selamat dari Covid-19. Intinya jaga gula darah,” katanya.
Sedangkan begitu posif Covid-19, selama pandemi gula darahnya tidak stabil maka akibatkatnya bisa fatal yakni berpengaruh hingga 11 persen.
Untuk itu selalu kontrol gula darah, dan terpenting jangan panik, usahakan lakukan semua tindakan untuk menyelamatkan diri.
“Usahakan HBA1c dibawah 7 persen, apakah gula darah baik atau tidak, karena kalau tinggi akan menyakibatkan kondisi amat berat dan fatal,” katanya.
Dengan kadar gula darah yang baik tentunya selain akan berdampak pada kesehatan, bisa mencegah gejala Covid-19 semakin berat. (ded)