Marak Pembuangan Bayi di Bogor, dari Dicekik Hingga Hasil Aborsi

Ilustrasi Bayi.

BOGOR-RADAR BOGOR, Kasus pembuangan Bayi di Bogor dalam dua pekan terakhir marak terjadi.

Tega, Bayi Laki-Laki dibuang di Sungai Sindangbarang 

Data yang dihimpun radarbogor.id dari Polres Bogor dan Polres Bogor Kota, tercatat ada empat kasus penemuan mayat bayi. Satu di antaranya merupakan janin bayi berusia tujuh bulan.

Pertama, kasus penemuan mayat bayi berjenis kelamin laki-laki di Sungai Sindangbarang, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, pada Jumat (23/10/2020) lalu.

Kedua, penemuan janin bayi berusia tujuh bulan pada Rabu (11/11/2020), di Prakarya RT 01/6 Perum PDK, Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Polisi pun memastikan bahwa mayat bayi tersebut merupakan bayi aborsi atau dikeluarkan secara paksa.

Tega, Ibu Kandung di Cibinong Cekik Leher Bayinya Hingga Tewas

“Iya, terakhir, ada dua kasus penemuan mayat bayi di Kota Bogor,” ujar Humas Polres Bogor Ipda Rachmat Gumilar kepada radarbogor.id Selasa (17/11/2020).

Ilustrasi Bayi.

Sedangkan di Kabupaten Bogor kasus pertama terjadi pada Kamis (12/11/2020). Mayat bayi ditemukan Membusuk dalam selokan di Kampung Kramat, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Ibu Muda Bunuh Bayinya Sendiri di Cibinong, Alasannya Bikin Geleng-geleng Kepala

Kedua, penemuan mayat bayi di kampung Cipakancilan, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Adapun untuk para pelakunya, tak lain adalah orang tua bayi tersebut. Hal itu terlihat dari empat kasus penemuan mayat bayi di Bogor. Dua diantara pelakunya sudah ditangkap.

Pertama, ibu kandung yang melakukan aborsi dengan menggunakan obat keras di Kota Bogor.

Kemudian, kasus mayat bayi di Kampung Kramat. Dimana ibu kandung yang melahirkan sendiri di kamar mandi langsung membunuh bayinya dengan cara dicekik.

Karung Berisi Mayat Bayi di Sungai Cipakancilan Gegerkan Warga Cilebut

Sementara itu, dari kasus pembunuhan bayi yang terungkap tidak terlepas dari hasil seks bebas.

Kedua pelaku yang tertangkap tega membunuh dan menggugurkan bayi mereka lantaran sang pacar tak mau bertanggung jawab. “Motifnya malu, karena mempunyai anak diluar nikah,” tukasnya. (all)