Kurang Peminat, Lima Formasi CPNS Kota Bogor Tak Terisi

Seleksi CPNS Kota Bogor

BOGOR – RADAR BOGOR, Kota Bogor tampaknya masih akan mengalami kekurangan guru, khususnya di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Pasalnya, tak ada satupun orang yang berhasil mengisi satu kuota formasi yang dibutuhkan dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) baru-baru ini.

Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bogor mencatat, sebanyak 289 orang telah berhasil melalui tahapan akhir.

Sayangnya, ada lima kuota formasi yang tidak terisi. Diantaranya yakni 3 promosi kesehatan (promkes) dan satu analis lingkungan pada Dinas Kesehatan, serta satu guru TIK pada Dinas Pendidikan.

Kabid Formasi Data dan Kepangkatan BKPSDM Kota Bogor, Aries Hendardi membenarkan, sejumlah formasi yang tak lolos itu dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Menurutnya, sebagian formasi memang kekurangan pelamar atau peminat. Akan tetapi, formasi lainnya justru memiliki banyak peserta. Mereka hanya tak beruntung karena nilai seleksi awal tak mencapai passing grade yang dibutuhkan, termasuk formasi guru TIK itu.

Seleksi CPNS Kota Bogor

“Iya, tidak lulus passing grade (formasi tenaga pendidik), karena pada saat peserta melamar itu langsung ke tujuannya ya. Bisa saja yang melamar disitu, ada lima orang, tapi yang melamar lima-limanya tidak memenuhi passing grade,” terang Aries kepada Radar Bogor, Senin (16/11/2020).

Ia juga mengakui, peminat guru selama seleksi CPNS masih yang paling banyak. Tak heran, jumlah kuota yang paling banyak juga disediakan untuk formasi tenaga pendidik itu, yakni 145 orang.

Kosongnya satu formasi guru dinilai sebuah kerugian. Kuota itu tidak dimanfaatkan dengan maksimal demi menutupi kekurangan ASN di Kota Bogor. “Rugilah kita. Tidak terisi begitu. Satu saja rugi, apalagi kalau lima (formasi),” imbuhnya.

Sementara itu, kuota untuk formasi promkes yang paling banyak tidak terisi. Penyebabnya, kata Aries, berkaitan dengan ijazah promkes yang tak keluar lagi lantaran telah diupgrade. Imbasnya, tak ada pelamar yang mengajukan diri di formasi bagi tenaga kesehatan itu.

Kendati demikian, 289 peserta yang lolos seleksi CPNS itu dianggap sudah memenuhi kriteria. BKPSDM Kota Bogor saat ini sedang melakukan pemberkasan untuk memperoleh nomor resmi dari masing-masing peserta.

“Sekarang lan lagi pemberkasan ulang. Kita ajukan berkas yang lulus itu ke BKN. Nanti muncul NIP (Nomor Induk Pegawai, red), barulah keluar SK CPNS,” tutupnya.

Seleksi CPNS Kota Bogor

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Fahrudin membenarkan, kebutuhan tenaga pendidik memang sangat krusial.

Sebelumnya, pihaknya mencatat sekira 1.000 guru masih dibutuhkan untuk tingkat SD dan SMP. Lantaran sebagian besar tenaga pendidik juga masih berstatus tenaga honor.

“Iya, termasuk guru komputer itu di tingkatan SMP ya. Kekurangan kita memang masih sangat banyak, karena sebagian besar diisi honorer,” tandasnya. Ia pun tak menampik jika kesenjangan jumlah tenaga pendidik di bidang komputer itu juga masih terlihat mencolok. (mam/c)