Jelang Pilkades, Pemkab Bogor Petakan Masalah

Pemkab Bogor menggelar rapat koordinasi di Gedung Tegar Beriman, Kamis (12/11/2012).

CIBINONG-RADAR BOGOR, Jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar rapat koordinasi di Gedung Tegar Beriman, Kamis (12/11/2012).

Pemkab Bogor mengundang panitia Pilkades di seluruh Kabupaten Bogor yang menyelenggarakan Pilkades 20 Desember 2020, mendatang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Burhanudin mengatakan, rapat koordinasi tersebut dilakukan untuk memantau kesiapan panitia penyelenggara di masing-masing desa.

Karena panitia Kabupaten Bogor memiliki beberapa tugas, mulai membuat regulasi baik peraturan daerah (Perda), peraturan bupati (Perbup), untuk memudahkan pelaksanaan Pilkades serentak nanti.

“Kita sebagai panitia pusat, berkewajiban untuk melakukan monitoring dan evaluasi terkait perkembangan pelaksanaan Pilkades di lapangan,” ujarnya usai melakukan rapatnKoordinasi Tahapan Pelaksanaan Pilkades Serentak Gelombang I Tahun 2020, di Gedung Tegar Beriman Kabupaten Bogor, Kamis (12/11/2020).

Dari 88 desa dan 34 kecamatan yang melaksanakan Pilkades Serentak pada 20 Desember nanti, saat ini mereka sedang melaksanakan seleksi bakal calon kepala desa.

Tak hanya itu, dalam acara rapat koordinasi tersebut, Pemkab Bogor juga melakukan pemetaan terhadap jumlah tempat pemungutan suara (TPS) dan jumlah daftar pemilih tetap (DPT).

Pemkab Bogor menggelar rapat koordinasi di Gedung Tegar Beriman, Kamis (12/11/2012).

Bahkan, pihaknya juga melakukan pemetaan terkini wilayah yang berpotensi bakal terjadi konflik. Khususnya wilayah yang jumlah penduduknya padat.

“Tentunya kita juga sambil melakukan pemetaan terhadap wilayah yang berpotensi menimbulkan gesekan saat pelaksanaan Pilkades Serentak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Renaldy Yushab Fiansyah menjelaskan, pada rapat koordinasi tersebut, pihaknya juga membahas mekanisme penerapan protokol kesehatan di setiap TPS, termasuk mekanisme penanganaan keamanan.

Karena pelaksanaan Pilkades serentak pada tahun 2020, sedikit berbeda karena di tengah pandemi Covid-19. Menurut dia, Pemkab Bogor tak hanya memikirkan dari sisi keamanannya saja, tetapi menjaga kesehatan baik petugas TPS, hingga warga yang hendak memilih dapat terbebas dari Covid-19.

“Protokol kesehatan saat Pilkades juga kita bahas. Tapi kita belum bisa bicara berapa yang akan diterjunkan dan mekanismenya seperti apa kita belum bisa bicara, karena kita masih menunggu dari instansi terkait,” bebernya.

Untuk mengurangi kerumunan saat pemilihan, pihaknya juga bakal menerapkan sistem shifting. Semisal, awalnya setial TPS 500 daftar pemilih tetap (DPT) dikurangi menjadi 250. “Jadi sebagian pagi sisanya siang,” tuturnya.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi terakhir, jumlah TPS pada Pilkades Serentak kali ini, sebanyak 667 TPS dengan jumlah DPT sekitar 737 ribu suara.

“Itu berdasarkan hasil koordinasi kita terakhir dengan panitia. Tapi tetap, kita masih tunggu DPT fixnya, dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil),” ucapnya.

Disinggung soal anggaran Pilkades Serentak, Pemkab Bogor menyediakan anggaran sekitar Rp20 miliar. Dengan perhitungan masing-masing DPT Rp20 ribu.

“Setiap desa anggarannya berbeda-beda, mengikuti jumlah DPT di desa itu. Jadi jumlah setiap desa anggarannya tidak sama,” tutupnya.(ded)