CIBINONG-RADAR BOGOR, Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) X pada 25-28 November 2020 di Hotel Sultan Jakarta.
Salah satu agenda dalam Munas tersebut adalah memilih kepengurusan baru MUI periode 2020-2025.
Di antaranya memilih ketua umum MUI yang sebelumnya diemban Wakil Presiden Maruf Amin. Maruf Amin sebelumnya terpilih menjadi ketua umum MUI pada Munas IX 2015 di Surabaya.
Setelah terpilih mendampingi Presiden Jokowi, jabatan ketua umum MUI pun menjadi non-aktif. Ada beberapa nama yang menjadi kandidat ketua umum MUI untuk lima tahun ke depan yang diajukan melalui formatur.
Nama-nama tersebut berasal dari internal MUI sendiri maupun ormas, seperti PBNU. Salah satu kandidat yang diunggulkan adalah KH Miftachul Akhyar. Dia merupakan ulama dan Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2018-2020.
Ketua MUI Provinsi Banten DR. A.M Romli menjelaskan, Kiai Miftah sebagai Rais Aam PBNU menggantikan Ma’ruf Amin yang saat itu mencalonkan sebagai Wapres di Pilpres 2019.
Selain Rais Aam PBNU, pria kelahiran Surabaya, 1 Januari 1953 ini merupakan Pengasuh di Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya.
Miftachul Akhyar pernah menjabat sebagai Rais Syuriah PCNU Surabaya 2000-2005.
Lalu Rais Syuriah PWNU Jatim 2007-2013, 2013-2018, dan Wakil Rais Aam PBNU 2015-2020. Selanjutnya didaulat sebagai Pj. Rais Aam PBNU 2018-2020.
Miftachul Akhyar pernah nyantri di Pondok Tambak Beras, pondok Sidogiri, Pondok Lasem Jawa Tengah, dan mengikuti majelis taklim Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Makki Al- Maliki di Malang, tepatnya ketika Sayyid Muhammad masih mengajar di Indonesia.
A.M Romli mengatakan, pelaksanaan Munas akan menerapkan protokol kesehatan.
Nantinya, kegiatan Munas akan dihadiri oleh 350 orang, terdiri atas utusan pengurus MUI di tingkat wilayah atau provinsi, lalu ketua pimpinan harian MUI, ketua Dewan Pertimbangan MUI, wakil dan sekertaris MUI, utusan ormas, perguruan tinggi, pesantren dan para ketua komisi dan sekertaris komisi MUI.
“Semua peserta sudah dilakukan swab PCR di daerah masing-masing, dan hasilnya sudah diperoleh panitia sehari sebelum peserta berangkat ke Jakarta,” katanya.
Tata cara pemilihan ketua dalam Munas juga dirancang menggunakan sistem formatur, serta kegiatan dikemas efektif dan efisien.(ded/pem)