Staf Khusus Wapres Datangi Pemkot Bogor, Singgung Soal Gereja Yasmin

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim saat menerima kunjungan Staf Khusus Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia di Paseban Sri Bima, Balaikota, Selasa (10/11/2020).

BOGOR-RADAR BOGOR, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menerima kunjungan Staf Khusus Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia di Paseban Sri Bima, Balaikota, Selasa (10/11/2020).

Kedatangan staf wapres tersebut untuk membahas persoalan kerukunan beragama di Kota Bogor.

Staf Khusus Wapres RI, Prof Masykuri Abdillah mengaku, kedatangan mereka untuk melakukan monitoring dan melihat perkembangan yang ada. Terutama tentang kerukunan beragama di Kota Bogor.

“Karena Bogor ini sangat penting. Ada Presiden, Wakil Presiden, ada Istana Presiden juga di sini. Kalau tidak menunjukkan kerukunan yang baik, kan menjadi tidak baik,” jelas Masykuri.

Faktanya memang, saat ini Kota Bogor masih ada dalam catatan internasional. Dimana ada satu persoalan yang belum selesai yakni konflik Gereja Yasmin. Namun, untuk hal lain Kota Bogor dipuji Masykuri karena tidak pernah ada konflik fisik yang terjadi.

“Kita mengaharapkan itu (Gereja Yasmin, red) bisa diselesaikan secara cepat. Dan jika itu terjadi, akan menjadi prestasi yang baik bagi Kota Bogor,” sambungnya.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim saat menerima kunjungan Staf Khusus Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia di Paseban Sri Bima, Balaikota, Selasa (10/11/2020).

Jika melihat secara luas hingga ke tingkat internasional, memang Negara Indonesia kata Masykuri, memiliki kerukunan yang luar biasa. Ditambah berada dalam komposisi penduduk yang majemuk. Bahkan menjadi model di dunia.

“Jangan sampai, hal yang bagus ini dinodai hanya dengan satu peristiwa. Memang sejauh ini, meskipun masih ada masalah, dunia internasional tidak mengecap Indonesia sebagai negara intoleran karena satu peristiwa itu,” urainya.

Disamping itu, Masykuri menyebut Kota Bogor sudah baik dalam menjaga kerukunan agama. Ia melihat, adanya kerjasama antar sesama umat beragama, ataupun internal umat beragama. Termasuk penyelesaian hal – hal yang nantinya bisa memicu persoalan lebih besar.

“Jadi sebelum masalah itu membesar, Pemkot Bogor sudah menyelesaikannya dulu. Itu yang harus dilakukan. Apalagi di Kota Bogor ini ada markas kelompok – kelompok garis keras,” tutup Masykuri.

Ditempat yang sama, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menegaskan, Pemkot Bogor mengutamakan pendekatan dialogis dalam setiap konflik yang berkaitan dengan keagamaan. Terutama komunikasi dengan tokoh – tokoh masyarakat setempat.

“Termasuk memberikan informasi yang cukup dan komperehensif agar tidak ada distorsi informasi. Itu yang sudah kita lakukan melalui Kesbangpol dan wilayah. Kita juga berkomunikasi baik dengan FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) dan MUI,” bebernya.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim saat menerima kunjungan Staf Khusus Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia di Paseban Sri Bima, Balaikota, Selasa (10/11/2020).

Dedie juga mengaku, kondisi kerukunan beragama di Kota Bogor relatif baik. Terbukti dengan tidak adanya konflik horizontal antar masyarakat yang termakan isu keagamaan di Kota Bogor.

“Ini yang harus kita pertahankan. Bahwa masih ada PR penyelesaian permasalahan sarana prasarana peribadatan yang sedang dalam proses. Ya itu, menggunakan pendekatan dialogis,” tambah Dedie. (dka)