Jokowi Bagikan 1 Juta Sertifikat Gratis, Warga Kabupaten Bogor Kebagian Segini….

Ilustrasi: Jokowi bagikan sertifikat gratis kepada warga.

CIBINONG-RADAR BOGOR, Sebanyak 4.800 warga Kabupaten Bogor (Pemkab) Bogor menerima sertifikat tanah hasil dari program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Penyerahan sertifikat tersebut dilakukan di Ruang Serbaguna I Setda Kabupaten Bogor, dengan menerapkan protokol kesehatan, Senin (9/11/2020).

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan satu juta sertifikat tanah kepada masyarakat di 31 provinsi dan 201 kabupaten dan kota di Indonesia dalam menyambut peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Tahun 2020.

“4.800 sertifikat PTSL yang kita bagikan. Di Istana Bogor ada 30 orang perwakilan, dan 60 orang secara simbolis menerima sertifikat yang sudah jadi,” ujar Bupati Bogor, Ade Yasin usai pelaksanaan penyerahan sertifikat hak atas tanah oleh Presiden RI di Ruang Serbaguna I Setda Kabupaten Bogor, dengan menerapkan protokol kesehatan, Senin (9/11/2020).

Menurutnya, dari total sebanyak 4.800 sertifikat PTSL yang dibagikan merupakan sebagian dari target penerbitan program sertifikat gratis bagi warga Kabupaten Bogor. “Itu dari tahun anggaran 2020 saja,” ucapnya.

Pemerintah sendiri rencananya akan melankutkan program sertifikat gratis hingga tahun 2020.

Sementara itu, Kepala Kantor Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional(ATR/BPN) Kabupaten Bogor, Sepyo Achanto mengatakan, jumlah penerbitan sertifikat PTSL kali ini secara menyeluruh hampir 1 juta tanah, dengan sumber pembiayaan APBN.

Ilustrasi: Jokowi bagikan sertifikat gratis kepada warga.

Menurut dia, dalam rangka bulan bakti agraria dan tata ruang, Presiden Jokowi menerbitkan sebanyak 1 juta sertifikat PTSL.

Sepyo mengungkapkan, ATR/BPN Kabupaten Bogor tahun ini menargetkan 20.000 bidang tanah yang bakal masuk program sertifikat PTSL, dan hingga kini sudah mencapai 80 persen jumlah yang sudah mendapatkan sertifikat gratis dari pemerintah.

“Sudah hampir 80 persen dari total sertifikat, kemudian ada dua targetnya sertifikat sama target bidang. Bidang ini pembukuaan bidang tanah, pemetaan setiap lokasi yang ditunjuk,” katanya.

Tahun depan, program serupa masih akan terus berjalan tetapi karena masih pandemi Covid-19, tentunya ada pengurangan anggaran karena harus membiayai penanganan Covid-19. “Kami sudah lapor ke ibu, nanti harapan ada support dari APBD,” ucapnya.

Menurut dia, kebutuhan anggaran dari total 20.000 sertifikat PTSL tinggal dikalikan Rp 300 rihu per bidangnya. “Karena sampai 2024. Kita optimis, ibu (bupati) sudah support optimis bisa,” ucapnya.

Sepyo mengatakan, masih banyak bidang tanah yang belum masuk program sertifikat PTSL, alasanya karena cakupan wilayah Kabupaten Bogornyang sangat luas.

“Kabupaten Bogor wilayahnya luar biasa, bidangnya banyak itu aja. Karena kabupaten Bogor terbesar wilayahnya hampir di Jawa Barat, dengan wilayah besar dan bidangnya banyak,” tukasnya.(ded)