Tertimbun, Seorang PETI Warga Siranggap Tewas, Korban Belum Dievakuasi

Rumah korban sudah banyak didatangi warga.

NANGGUNG-RADAR BOGOR, Seorang penambang emas tanpa izin (PETI) berinisial DN (37) warga Siranggap, Desa Nanggung Kecamatan Nanggung tertimbun hingga tewas di lobang kawasan stup 2 pertambangan milik PT Antam.

Humas PT Antam Agus Setiyono menjelaskan, bahwa pihaknya belum mengetahui ada penambang ilegal yang tertimbun.

“Maaf dari kami sampai saat ini tdak ada info di wilayah operasional antam,” ucapnya kepada radarbogor.id (8/11/2020).

Agus juga menambahkan, secara umum sudah ada penutupan area tambang dengan filing untuk area yang sudah diambil batuan ore atau biji emas.

“Sejauh ini masih ada kegiatan operasional belum di filing atau ditutup. Karena bisa sebagai roadbase atau lantai kerja,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua RW setempat Madroi menerangkan, bahwa pihaknya mendapat informasi ada warganya yang sudah lima hari tidak pulang dan sedang berada di gunung pongkor.

Rumah korban sudah banyak didatangi warga.

“Jadi korban sudah lima hari tidak pulang, akhirnya pihak keluarga mencari keberadaan DN, selang beberapa hari dikabarkan telah meninggal tertimbun longsoran dilobang kata saudaranya,” katanya.

Lebih lanjut ia menuturkan, kalau saudara korban sempat melakukan pencarian untuk memastikan keberadaannya.

“Informasi korban meninggal Pada hari Sabtu (8/11) dan korban belum di evakuasi karena medan yang sulit dan akses jalan terjal dan curam,” cetusnya.

Terpisah, Kapolsek Nanggung Iptu Dedy mengaku, pihaknya sedang melakukan pengecekan mengenai informasi ada penambang yang tertimbun.

“Kita masih melakukan pengecekan dulu, dan berkoordinasi dengan pihak terkait supaya valid,” pungkasnya. (nal)