Hari Satwa dan Fauna, LIPI-TNGHS Gelar Pameran Foto di KRB

Peringatan HCPSN di Kebun Raya Bogor.

BOGOR-RADAR BOGOR, Sebanyak 50 karya foto ditampilkan dalam peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) di Kebun Raya Bogor (KRB), Sabtu (7/11/2020).

Pameran ini diinisiasi lansung oleh Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Kepala Balai TNGHS, Ahmad Munawir menjelaskan, pameran tersebur merupakan salah satu bentuk kampanye serta promosi keberagaman flora dan fauna. Pameran sendiri, digelar dua hari hingga esok.

“Pagelaran karya fotografi ini menjadi salah satu bentuk kampanye dan promosi pelestarian flora dan fauna yang terus kami lakukan,” tegas Munawir di Graha Samida, kompleks KRB.

Foto-foto yang ditampilkan terdiri dari lima taksa. Diantaranya mamalia, burung, herpetofauna (reptil dan amfibi), serangga, serta puspa (tumbuhan).

Sejumlah 50 foto tersebut, kata Munawir merupakan foto pilihan dari ratusan foto yang diterima TNGHS. Sebelumnya, telah dilakukan pengumpulan foto flora dan fauna di Resort Pengelolaan Taman Nasional Wilayah Cikaniki, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Bogor pada 16 hingga 18 Oktober 2020.

Peringatan HCPSN di Kebun Raya Bogor.

“Tidak kurang dari 50 karya fotografi flora dan fauna karya para penggiat dan pencinta fotografi satwa liar memeriahkan pameran hasil kolaborasi antara Balai TNGHS dengan sejumlah komunitas fotografi dan organisasi seperti Yayasan IAR Indonesia, Yayasan Riza Marlon Indonesia, Bogor Nature and Wildlife Photography (BNWP),” urainya.

Munawir berharap, dengan adanya pameran foto satwa dan tumbuhan ini, masyarakat jadi lebih banyak mengenal satwa dan tumbuhan di TNGHS. Serta turut terpanggil untuk ikut menjaga kelestarianya.

Ditempat yang sama, Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI, R. Hendrian mengatakan selama ini LIPI telah turut aktif memperingati HCPSN melalui berbagai kegiatan ilmiah, seperti penemuan spesies baru flora dan fauna, seminar, workshop, peluncuran buku, pameran dan aneka lomba.

Dia menjelaskan, untuk tahun ini, HCPSN mengangkat tema “Puspa dan Satwa Harapan Untuk Ketahanan Ppangan dan Kesehatan” dengan ikon puspa kecombrang (Etlingera elatior) dan satwa rusa timor (Cervus timorensis).

“Si cantik kecombrang kaya akan manfaat, dan si gagah rusa timor sebagai sumber protein hewani yang hanya bisa didapatkan dari hasil penangkatan atau keturunan kedua bukan dari alam,” jelas Hendrian pada wartawan.

Hendrian menambahkan, Kebun Raya sangat tepat dijadikan lokasi public campaign tentang tumbuhan dan satwa Indonesia. Sebab, upaya untuk menggugah dan memperkuat awareness dan kepedulian publik terhadap konservasi tumbuhan selaras dengan spirit yang diusung kebun raya.

Peringatan HCPSN di Kebun Raya Bogor.

“Kami berharap pengunjung Kebun Raya tidak saja datang untuk sekedar menikmati lansekap yang hijau dan kesegaran alam nan asri. Lebih dari itu, kami juga berharap dapat men-deliver pesan-pesan dan informasi terkait konservasi tumbuhan,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager Operasional Mitra Natura Raya (MNR), Marga Anggrianto turut mendukung adanya pameran foto ini. Apalagi, LIPI telah menunjuk MNR untuk bermitra dengan Kebun Raya Bogor dalam kepentingan eduwisata.

“Di tengah pandemi Covid-19 ini, banyak masyarakat berkunjung dengan tujuan pergi ke lapangan terbuka. Jadi pas ada paneran foto, kami sangat mendukung,” tambah Marga. (dka)