BOGOR – RADAR BOGOR, Sejak pendaftaran ditutup pada Selasa (3/11/2020) malam, sudah ada 20 orang calon peserta yang mendaftar seleksi direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor.
Begitupun empat orang calon pendaftar yang menjadi calon dewan pengawas (dewas).
Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Syarifah Sofiah. Setelah ini, kata Syarifah, tahapan selanjutnya yakni pengecekan administrasi dari para pendaftar, diikuti kemudian tes oleh tim Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK). Melakukan serangkaian tes mulai dari psikotes hingga kepribadian.
“Sampai nanti hasilnya diserahkan ke tim pansel (panitia seleksi, red), lalu kemudian diserahkan kepada owner (wali kota Bogor, red). UKK itu kan kita kerjasama dengan institusi ya, lebih detailnya nanti disampaikan,” beber Syarifah.
Mantan kepala Bappedalitbang Kabupaten Bogor itu menambahkan, pada Kamis (5/11/2020) pihaknya akan melakukan pembahasan dengan tim UKK.
“Pansel menyerahkan laporan ke Dewan Pengawas, setelah itu hari Kamis (5/11/2020) dibahas untuk ke UKK, sekaligus penyerahan administrasi,” tandasnya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Dody Achdiat menuturkan, setelah penutupan pendaftaran akan dilanjutkan dengan proses penyerahan dokumen persyaratan administrasi dari 4 dan 5 November.
”Seleksi administrasi akan dilaksanakan dua hari dari 6-8 November. Pengumuman hasil seleksi administrasi pada 9 November,” sambungnya.
Setelah dilakukan pengecekan administrasi, peserta yang lolos menjadi calon ini akan mengikuti UKK pada 10-13 November, yang meliputi kegiatan psikotes, ujian tertulis keahlian dan penulisan makalah, presentasi makalah dan wawancara.
“Pengumuman hasil UKK akan dilaksanakan 17 November,” terangnya.
Lalu, peserta yang lolos akan mengikuti tes kesehatan dan nama-namanya akan diserahkan kepada wali kota Bogor. Untuk wawancara akhir akan dilaksanakan 24 hingga 27 November.
“Pada 1 Desember nama calon direksi dan dewas Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor sudah diumumkan, sekaligus nanti dilakukan penandatanganan kontrak kerja untuk periode 2020-2025,” ungkap Dody. (dka)