Sepi Job, Aktor Komedian Asal Cisarua Ini Beralih Kembangkan Wisata

Aktor komedian asal Desa Tugu Utara, Cisarua, Reynold Hamzah. REGIE/RADAR BOGOR

CISARUA-RADAR BOGOR, Pandemi Covid-19 tak hanya membuat masyarakat mengalami kesulitan terutama di sektor perekonomian.

Hal itu juga dirasakan oleh para pelaku seni peran baik aktris maupun aktor. Tak sedikit dari mereka perlahan mulai memanfaatkan kecanggihan teknologi saat ini dengan membuat konten digital.

Tak sedikit juga yang mencoba peruntungan di luar seni peran. Aktor komedian Reynold Hamzah misalnya.

Pria kelahiran Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, ini mengakui bahwa dirinya tak laku lagi di dunia hiburan. Terlihat dari sepinya tawaran untuk bermain film maupun mendapat peran di serial televisi.

Terhitung sejak sebulan terakhir ini, tak ada satu pun tawaran bermain film atau sinetron yang datang. Terakhir diingatnya, ada tawaran main dalam film layar lebar yakni di awal Maret lalu.

“Kalau dari Maret masih banyak job untuk di entertainment, sekarang mah gak ada,” kata dia kepada Radar Bogor saat ditemui di kantor Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, belum lama ini.

Aktor komedian asal Desa Tugu Utara, Cisarua, Reynold Hamzah. REGIE/RADAR BOGOR

Tak mau ambil pusing, pemeran Ipul dalam serial situasi komedi Office Boy (OB) 2006 itu, mulai mencoba hal baru. Dia menyebut, saat ini sedang sibuk untuk pengembangan pariwisata di kawasan Puncak. Khususnya di wilayah Desa Tugu Utara.

“Untuk satu bulan terakhir ini, sekarang saya aktif di lembaga desa wisata dan sekarang lagi merintis,” kata dia.

Di kelembagaan pariwisata ini, katanya melanjutkan, target yang harus tercapai yakni satu destinasi wisata dapat terakomodir dari segala bagian. Mulai dari pengelolaan hingga dampak positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat di sekitar kawasan wisata.

“Sekarang sedang fokus di Telaga Saat O KM Ciliwung. Kami libatkan masyarakat. Karena tujuan utamanya yakni pemberdayaan masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Tak mau muluk-muluk, dia menyebut, pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di lokasi wisata Telaga Saat berjalan dengan baik.

Dia juga mengimbau, agar wisatawan yang berkunjung ke Puncak, dapat pula memberikan kontribusi yang baik dengan tidak membuang sampah sembarangan. Sehingga keindahan dan kebersihan lingkungan wisata di Puncak tetap terjaga.

“Harapan memang pemberdayaan masyarakat harus jalan. Gak perlu 100 persen 30 persennya pun sudah cukup baik dan dapat ditingkatkan lagi. Untuk wisatawan yang ke Puncak jangan buang sampah sembarangan. Kadang-kadang nih ya, wisatawan yang datang ke Puncak kebagian sampahnya doang. Jadi ayolah kita sama-sama menjaga destinasi kekayaan alam Puncak. Ya jaga kebersihan lah,” tukasnya. (reg)