Desa Tugu Utara Bakal Kelola Telaga Saat Puncak, Tak Bisa Lagi Bebas Keluar Masuk

Situ Telaga Saat Puncak. ANDIKA/RADAR BOGOR

CISARUA – RADAR BOGOR, Pemerintah Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, dalam waktu dekat ini berencana akan melakukan pengelolaan besar-besaran terhadap sejumlah destinasi wisata alam yang ada di wilayahnya.

Satu diantaranya, Situ Telaga Saat titik 0 KM Ciliwung. Lokasi tersebut dinilai tidak pernah absen dari daftar tujuan berwisata para wisatawan dari berbagai daerah. Sehingga pengelolaan sebagai destinasi wisata dirasa perlu diberlakukan.

Selama ini wisatawan diketahui dapat keluar-masuk dengan bebas karena belum adanya pengelolaan secara resmi yang diberlakukan di sana.

Agar wisatawan yang berkunjung dapat lebih tertib dan terorganisir maka, melalui Lembaga Desa Wisata Tugu Utara, pemerintah desa akan melakukan pengendalian dan pengelolaan Situ Telaga Saat.

“Pasca rehabilitasi hingga sekarang belum ada pengelolaan. Dilihat sekarang ini Telaga Saat sudah menjadi wilayah kunjungan destinasi. Jadi harus ada pengelolaannya,” kata Kepala Desa Tugu Utara, Asep Ma’mun kepada Radar Bogor, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/11/2020).

Rencananya dalam waktu dekat pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait. Mengingat lokasi Situ Telaga Saat berada di atas lahan Perhutani. Secara fungsional, lanjutnya, ada kewenangan BBWS.

Situ Telaga Saat Puncak. ANDIKA/RADAR BOGOR

“Kami juga tidak mau sendiri untuk mengelola itu. Di sana ada beberapa pemangku. Pihak Perhutani, BBWS, dan akses jalan menuju lokasi tersebut adalah milik pihak ke tiga. Jadi kami akan berkoordinasi nantinya,” ujarnya.

Rencana pengelolaan Situ Telaga Saat itu diperkuat dengan adanya restu dari Bupati Bogor Ade Yasin, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, dan Danjen Kopassus Mayjen TNI Mohamad Hasan saat berkunjung ke Situ Telaga Saat beberapa waktu lalu.

“Saat itu dapat restu agar pengelolaan diserahkan ke pemerintah desa. Tetapi saat ini kami akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak yang berada di sana,” tambahnya.

Selain pemulihan ekonomi warga, dia menilai, pengelolaan ini pun sebagai upaya terwujudnya pemberdayaan masyarakat di Desa Tugu Utara.

“Kami masih melakukan kordinasi dengan beberapa pihak. Setelah selesai makan akan secara resmi tertuang di dalam surat perjanjian kerjasama nantinya,” bebernya.

Di tempat yang sama Ketua Lembaga Desa Wisata Tugu Utara, Reynold Hamzah mengaku, Situ Telaga Saat menjadi fokus utama saat ini untuk dikembangkan dan dilestarikan sehingga menjadi destinasi wisata alam yang menjanjikan bagi masyarakat luas.

Situ Telaga Saat Puncak. ANDIKA/RADAR BOGOR

“Tentunya dengan begini pemberdayaan masyarakat Tugu Utara dapat berjalan dengan lancar. Akan berdampak ke perekonomian masyarakat juga. Jangankan 100 persen sudah mencapai 30 persen saja menurut saya sudah Alhamdulillah,” ucapnya.

Dia melanjutkan, Lembaga Desa Wisata Tugu Utara ini bertujuan untuk melakukan pengembangan dan pelestarian sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi kawasan wisata.

“Yang jelas dengan ini semua maka pencapaiannya adalah pemberdayaan masyarakat di Tugu Utara ini. Misal Telaga Saat ya wahana air kami buat. Atau lebih ke atas lagi misalnya ada grand camp atau camping ground. Jadi sesuai kondisi alam di sini itu kami kembangkan,” tandasnya.

Lebih lanjut, Camat Cisarua Deni Humaedi menegaskan, pemerintah desa harus berkoordinasi dengan sejumlah pihak terlebih dulu sebelum menerapkan pengelolaan tersebut.

Pasalnya Situ Telaga Saat bukan hanya sebagai tempat wisata melainkan menjadi kawasan konservasi yang selama ini menjadi perhatian banyak pihak.

Ketika pengelolaan Situ Telaga Saat secara sepakat diserahkan ke pemerintah Desa Tugu Utara, maka pemangku wilayah harus lebih bijaksana dalam mempertimbangkan berbagai kepentingan dan kewenangan dengan beberapa pihak terkait.

Situ Telaga Saat Puncak. ANDIKA/RADAR BOGOR

Masyarakat juga diminta agar siap dalam mengemban kepercayaan sejumlah pihak dalam pengelolaan Situ Telaga Saat. Masyarakat sekitar harus siap ketika nantinya pengelolaan Situ Telaga Saat sepakat diterapkan.

“Harapan saya masyarakat lokal harus siap jika memang nantinya mendapat kepercayaan sebagai operator,” tukasnya. (reg)