CIBINONG-RADAR BOGOR, Selama libur panjang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berhasil menjaring hampir 1.000 pelancong yang berwisata ke kawasan Puncak.
Dari total yang diperiksa rapid test, sebanyak 69 wisatawan dinyatakan reaktif dan langsung menjalankan swab test.
Tercatat, pada hari pertama pelaksanaan rapid tes massal Kamis (29/10/2020), 50 wisatawan dinyatakan reaktif Covid-19 dari 918 orang yang diperiksa.
Kemudian hari kedua libur panjang pada Jumat (30/10/2020), Pemkab Bogor kembali mendapatkan dua wisatawan reaktif, dari 175 wisatawan yang diperiksa.
Berlanjut ke Sabtu (31/10/2020), Pemkab Bogor mendapatkan 12 orang reaktif Covid-19, dari 110 wisatawan yang diperiksa.
Sementara Minggu (01/11/2020) ada 5 wisatawan reaktif dari 200 wisatawan yang diperiksa Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Mike Kaltarina mengatakan, dari 1.403 rapid tes kit petugas berhasil mendapatkan 69 wisatawan reaktif. “Tentunya ini bagian dari upaya pemerintah untuk menekan persebaran Covid-19,” katanya.
Setidaknya, ada tiga titik penyelenggaraan rapid tes massal bagi para wisatawan luar Bogor tersebut. Titik pertama, di Simpang Gadog, Masjid Harakatul Jannah, di Kantor Kecamatan Megamendung dan di kawasan wisata Telaga Warna.
Total 69 wisatawan yang dinyatakan reaktif tersebut, diminta untuk tidak melanjutkan perjalanan, dan segera melakukan isolasi mandiri di kediamannya masing-masing.
Wisatawan yang menunjukkan hasil reaktif, langsung dilakukan tes swab di tempat, untuk selanjutnya diminta tidak melanjutkan perjalanan untuk isolasi mandiri di rumah. “Sebagian besar berasal dari luar wilayah Bogor seperti Jakarta,” katanya.
Untuk wisatawan yang telah diswab test, untuk hasil swabnya akan kabarkan kemudian hari. “Tapi pendataan sudah kota lakukan by name dan by address,” katanya.
Jika hasil swab ke-69 wisatawan tersebut menunjukkan hasil positif, pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait.
“Kalau hasil swabnya positif kita akan langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah di mana wisatawan ini tinggal, untuk kemudian ditindak lanjuti oleh pemerintah di sana,” singkatnya.
Sedangkan Jika wisatawan berasal dari Kabupaten Bogor, pihaknya akan langsung melakukan tracing, dibantu dengan Satgas Covid-19 Puskesmas di kecamatan untuk melakukan pemantauan.
“Langsung akan kita lakukan tracing bersama Satgas Covid-19 Kecamatan untuk selanjutnya kita tangani, jika memang warga Kabupaten Bogor,” tukasnya. (ded)